Musda VI DPD Astindo Kaltim. Bahas Penguatan Pariwisata Untuk Kaltim

BALIKPAPAN – Penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM), kepastian legalitas usaha, hingga pemeliharaan destinasi menjadi sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diperhatikan untuk mendorong pertumbuhan industri pariwisata di Kalimantan Timur.

Ketua DPD Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) Kaltim, Wilyan Levin, mengatakan Musyawarah Daerah (Musda) menjadi momentum bagi organisasi untuk mengevaluasi program kerja, mengukur capaian, sekaligus mengidentifikasi kendala yang masih dihadapi anggotanya.

“Ya, seperti biasa ya, Musda itu kan musyawarah yang paling besar ya. Yang paling besar paling tinggi di dalam sebuah organisasi di sini kita diberi kesempatan untuk mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan kepada kami, kemudian sampai di mana progresnya dan di mana kendala-kendalanya mengapa itu tidak tercapai,” ujarnya.

Menurut dia, pengembangan industri perjalanan wisata tidak cukup hanya dengan menghadirkan paket perjalanan dan mempromosikan destinasi. Kualitas pelayanan, kompetensi tenaga kerja, serta kesiapan pelaku usaha juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan wisatawan.

ASTINDO sendiri memiliki program pengembangan kompetensi SDM melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri dan sertifikasi profesi. Berdasarkan materi program kerja DPP ASTINDO, lembaga tersebut telah mensertifikasi sekitar 2.800 SDM travel agent di 17 provinsi.

Kebutuhan tenaga kerja yang kompeten juga mencakup kemampuan berbahasa asing, terutama untuk mendukung pelayanan wisatawan mancanegara. Karena itu, dukungan pemerintah dalam pengembangan SDM pariwisata dan peningkatan kualitas pelayanan menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat.

Selain SDM, pemeliharaan destinasi wisata juga perlu mendapat perhatian. Promosi yang kuat perlu diimbangi kondisi destinasi yang terawat, akses yang memadai, serta pengalaman berwisata yang memberikan kesan positif kepada pengunjung.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku perjalanan wisata, dan pengelola destinasi diperlukan agar pengembangan pariwisata tidak berjalan sendiri-sendiri. Travel agent memiliki peran menghubungkan wisatawan dengan berbagai produk dan tujuan wisata, tetapi keberlanjutan usaha juga bergantung pada kualitas ekosistem pariwisata secara keseluruhan.

Di Kalimantan Timur, perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) turut membuka peluang bagi industri perjalanan wisata. Peluang tersebut dapat dikembangkan melalui penyusunan paket wisata, penguatan konektivitas, dan kerja sama antarpelaku industri.

Meski demikian, peluang tersebut perlu diikuti kesiapan SDM dan produk wisata yang mampu memenuhi kebutuhan pasar. Dengan begitu, pertumbuhan aktivitas di sekitar IKN dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi pelaku usaha pariwisata daerah.

Musda DPD ASTINDO Kaltim pada 13 Oktober 2026 menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan program organisasi sekaligus merumuskan langkah berikutnya dalam menghadapi tantangan industri perjalanan wisata.

Evaluasi tersebut penting agar program kerja tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat menjawab kebutuhan anggota dan memperkuat daya saing travel agent di tengah perubahan pasar pariwisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *