Balikpapan – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya berdampak terhadap kualitas udara di Kalimantan Timur, tetapi juga memengaruhi kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.
Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Astindo) Kaltim, Wilyan Levin, mengatakan kondisi kabut asap turut menjadi perhatian pelaku usaha perjalanan wisata. Sejumlah tamu yang datang bahkan mempertanyakan kondisi udara yang mereka temui saat berada di Kalimantan Timur.
“Sangat berpengaruh. Tamu yang datang juga ada yang bertanya, kok membawa asap, kok kondisinya begini,” ujar Levin, Selasa (13/10).
Menurut Levin, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pelaku usaha pariwisata dalam memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman kepada wisatawan. Terlebih, Kalimantan Timur tengah berupaya meningkatkan daya tariknya sebagai destinasi wisata seiring perkembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menyebut wisatawan dari negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, juga menjadi bagian dari pasar yang perlu diperhatikan. Karena itu, kondisi lingkungan dan kenyamanan selama berkunjung menjadi faktor penting dalam mendukung citra pariwisata daerah.
Wilyan berharap persoalan kabut asap dapat menjadi perhatian bersama, mengingat dampaknya tidak hanya dirasakan masyarakat setempat, tetapi juga sektor pariwisata dan usaha perjalanan wisata.
Meski demikian, ia mengatakan pelaku usaha tetap berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada tamu di tengah kondisi yang ada.
“Kami tetap berusaha di tengah kekurangan untuk memberikan pelayanan yang terbaik,” katanya.
Menurutnya, pengembangan pariwisata Kalimantan Timur membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha. Selain promosi destinasi, pemeliharaan lingkungan serta kenyamanan kawasan wisata juga perlu diperhatikan agar wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik selama berkunjung.
Astindo Kaltim berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan dapat membantu menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus mendukung pertumbuhan pariwisata daerah.

