BALIKPAPAN – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur diperkuat melalui sinergi TNI dan Polri. Salah satu langkah yang dilakukan yakni Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi kekeringan dan menambah pasokan air.
Pelaksanaan OMC di Kaltim mendapat perhatian langsung dari Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat yang meninjau langsung pelaksanaan operasi di Kalimantan Timur.
Dalam penanganan karhutla, kolaborasi seluruh stakeholder dinilai penting agar upaya pemadaman dan pencegahan dapat dilakukan secara terpadu.
Danlanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan, TNI AU dalam operasi modifikasi cuaca fokus pada wilayah kerja yang telah ditentukan.
Pelaksanaan OMC dilakukan dengan berkoordinasi bersama BMKG Pusat dan Otorita IKN, terutama untuk memantau pertumbuhan awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
“Pertumbuhan awan yang ada di area secara detail harus kita ketahui, sehingga pelaksanaan operasi modifikasi cuaca ini bisa berjalan dengan efektif. Kemudian tetap mengutamakan keselamatan terbang dan kondisi udara,” katanya.
Pada sorti pertama OMC, sebanyak 800 kilogram garam NaCl disemai ke sejumlah titik yang memiliki potensi awan hujan di wilayah utara hingga barat laut IKN.
Penyemaian dilakukan pada jarak sekitar 10 hingga 20 mil dari IKN. Ketinggian awan yang terpantau mencapai sekitar 8.000 hingga 9.000 kaki.
Operasi ini ditujukan untuk memicu terjadinya hujan sehingga dapat membantu menambah ketersediaan air di embung, intake, serta kolam-kolam yang berada di kawasan IKN dan sekitarnya.
OMC selanjutnya akan menyesuaikan hasil observasi kondisi awan di lapangan. Selain meningkatkan ketersediaan air, hujan yang dihasilkan juga diharapkan dapat membantu mengurangi risiko meluasnya karhutla di tengah kondisi kekeringan.

