BALIKPAPAN – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan hujan, tetapi juga membantu menambah ketersediaan air di tengah kondisi kekeringan.
Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis Hidayat Sumadilaga, mengatakan hujan hasil modifikasi cuaca diharapkan dapat membantu mengisi embung, intake, dan kolam-kolam yang berada di kawasan IKN.
“Tujuannya kita mencoba membuat hujan, agar kita bisa mengisi air embung di intake, di embung-embung, semua kolam-kolam yang ada di area IKN dan sekitar,” kata Danis.
Menurut Danis, upaya menghadirkan hujan ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadapi kekeringan. Jika hujan dapat terjadi secara optimal, dampaknya juga diharapkan membantu mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.
Selain OMC, Otorita IKN juga tengah mengupayakan interkoneksi sumber air untuk menjaga keseimbangan volume air.
Salah satunya melalui upaya interkoneksi antara Bendungan Sepaku Semoi dan intake Sepaku. Langkah tersebut ditujukan untuk menjaga keseimbangan pasokan air di kawasan IKN.
Sementara itu, dalam pelaksanaan OMC, penyemaian garam dilakukan di sejumlah titik yang memiliki potensi awan hujan. Pada sorti pertama, sekitar 800 kilogram garam disemai di wilayah utara hingga barat laut IKN.
Operasi modifikasi cuaca akan terus disesuaikan dengan hasil observasi kondisi awan di lapangan. Otorita IKN berharap langkah tersebut dapat membantu menjaga ketersediaan air sekaligus mendukung upaya menghadapi dampak kekeringan.

