Dari Trauma Menuju Kepercayaan: Kisah Ujung Blang Bersama TMMD Kodim 0116/Nagan Raya

Oleh Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Irfan Hade Fitrianto

 

NAGAN RAYA – Pagi di Desa Ujung Blang selalu dimulai dengan suara alam yang khas. Kabut tipis turun perlahan dari perbukitan Beutong, menyelimuti hamparan kebun warga yang menjadi sumber kehidupan masyarakat setempat. Di balik keindahan itu, tersimpan cerita panjang tentang perjuangan hidup, keterbatasan pembangunan, hingga kisah perubahan yang kini mulai terasa.

Desa Ujung Blang hingga Desa Pante Ara selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan akses pembangunan. Jalan yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian desa justru menjadi penghambat utama aktivitas masyarakat.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Kodim 0116/Nagan Raya berupaya menghadirkan perubahan nyata di wilayah ini. Tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kembali kepercayaan dan kedekatan antara TNI dan masyarakat.

 

Proses pengukuran badan jalan sebelum digarap Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya.

 

Desa yang Lama Tertinggal dari Pembangunan

Wilayah Kecamatan Beutong dikenal memiliki potensi pertanian dan perkebunan yang cukup besar. Sebagian besar masyarakat Desa Ujung Blang menggantungkan hidupnya dari hasil kebun dan pertanian.

Namun potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan sarana prasarana.

Akses jalan yang menghubungkan Desa Ujung Blang dengan Desa Pante Ara selama ini hanya berupa jalan tanah yang sulit dilalui. Saat musim hujan datang, jalan berubah menjadi lumpur panjang yang membuat kendaraan hampir tidak bisa melintas.

Bahkan tidak jarang masyarakat harus berjalan kaki menuju kebun atau membawa hasil panen dengan cara dipikul.

“Ketika hujan turun, kendaraan roda dua pun sering kesulitan melintas. Apalagi kendaraan roda empat hampir mustahil bisa lewat,” ungkap Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Irfan Hade Fitrianto.

Kondisi tersebut membuat roda perekonomian masyarakat berjalan lambat. Hasil kebun yang seharusnya dapat dipasarkan dengan mudah justru sulit dibawa keluar desa.

Inilah yang menjadi salah satu alasan kuat mengapa wilayah ini dipilih sebagai sasaran pelaksanaan TMMD.

 

Air bersih menjadi mimpi warga Desa Ujong Blang, Kecamatan Beutong.

 

Ketika Air Bersih Menjadi Kemewahan

Selain akses jalan yang sulit, persoalan lain yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan air bersih.

Sebagian warga masih memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci hingga keperluan MCK. Kondisi ini tentu memiliki dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Bagi warga desa, air bersih selama ini menjadi sesuatu yang tidak selalu mudah didapatkan.

Melihat kondisi tersebut, Satgas TMMD Kodim 0116/Nagan Raya menghadirkan program pembangunan bak penampungan air bersih di lima titik.

Program ini diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat agar dapat menikmati air yang lebih layak untuk kebutuhan sehari-hari.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar manusia. Dengan adanya bak penampungan air ini, kami berharap masyarakat dapat hidup lebih sehat dan kualitas hidup mereka meningkat,” jelas Letkol Inf Irfan.

 

Senyum bahagia Bu Tek Nong saat rumahnya di kunjungi Dansatgas serta rombongan Tim Wasev TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya.

 

Rumah Layak untuk Harapan Baru

Program TMMD juga menyentuh sisi kemanusiaan melalui pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Salah satu penerima manfaat program ini adalah seorang janda bernama Bu Tek Nong. Ia hidup seorang diri setelah ditinggal suaminya dan tidak memiliki anak yang mendampinginya.

Rumah yang ia tempati sebelumnya berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Dindingnya rapuh, atapnya bocor, dan lantainya sudah tidak layak untuk ditempati.

Melalui program RTLH TMMD, rumah Bu Tek Nong kini dibangun kembali agar lebih layak dan nyaman untuk dihuni.

Bagi Satgas TMMD, pembangunan rumah tersebut bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Melihat senyum beliau setelah rumahnya diperbaiki adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tutur Dansatgas.

 

Satgas TMMD dan Warga berbaur untuk mewujudkan mimpi memiliki jalan baru.

 

Menghapus Trauma Masa Lalu

Namun perubahan terbesar di Desa Ujung Blang bukan hanya terlihat dari pembangunan fisik.

Wilayah ini memiliki sejarah panjang yang tidak mudah dilupakan. Pada masa darurat militer tahun 1999 hingga 2005, desa ini pernah menjadi salah satu basis Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Situasi konflik pada masa itu meninggalkan trauma tersendiri bagi sebagian masyarakat.

Ketika Satgas TMMD pertama kali datang, beberapa warga masih merasa canggung bahkan takut untuk berinteraksi dengan prajurit TNI.

Sebagian dari mereka memilih menghindar ketika berpapasan.

“Kami memahami bahwa trauma masa lalu tidak bisa hilang begitu saja,” ujar Letkol Inf Irfan.

Karena itu pendekatan yang dilakukan oleh Satgas TMMD bukan hanya melalui pembangunan, tetapi juga melalui pendekatan humanis dan persuasif kepada masyarakat.

 

Canda tawa menghiasi program TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya, antara Prajurit dan Warga.

 

Dari Rasa Canggung Menjadi Persaudaraan

Seiring berjalannya waktu, suasana di Desa Ujung Blang perlahan berubah.

Para prajurit tidak hanya bekerja membangun jalan dan fasilitas desa, tetapi juga berbaur dengan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Mereka ikut membantu warga, berbincang santai di halaman rumah, hingga menikmati kopi bersama selepas bekerja.

Kedekatan itu perlahan menghapus rasa canggung yang sebelumnya ada.

Kini warga justru merasa nyaman dengan kehadiran Satgas TMMD.

Bahkan banyak masyarakat yang sudah menganggap para prajurit sebagai bagian dari keluarga mereka.

“Perubahan ini sangat terasa. Masyarakat sekarang sangat terbuka dan tidak lagi merasa takut. Hubungan antara TNI dan warga sudah seperti keluarga,” kata Letkol Inf Irfan.

 

Melalui kegiatan keagamaan, anggota Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya ciptakan rasa kekeluargaan.

 

Ramadhan yang Menghangatkan Kebersamaan

Momentum kebersamaan itu semakin terasa hangat di bulan suci Ramadhan.

Saat waktu berbuka tiba, anggota Satgas TMMD sering duduk bersama masyarakat menikmati hidangan sederhana untuk berbuka puasa.

Suasana kekeluargaan terlihat begitu kental. Tidak ada sekat antara prajurit dan masyarakat.

Canda dan tawa mengiringi kebersamaan yang sebelumnya sulit dibayangkan oleh warga.

Bagi masyarakat Ujung Blang, kehadiran Satgas TMMD kini bukan lagi sekadar pasukan yang datang untuk bekerja.

Mereka telah menjadi “keluarga asuh” yang hidup bersama masyarakat desa.

 

 

Proses pembuatan badan jalan sepanjang 3.100 meter di Desa Ujong Blang menuju Desa Pante Ara.

 

Jalan Baru, Harapan Baru

Salah satu pembangunan yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat adalah pengerasan jalan yang menghubungkan Desa Ujung Blang dan Desa Pante Ara.

Jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini perlahan berubah menjadi akses yang lebih layak.

Ketika pembangunan ini selesai, kendaraan roda dua maupun roda empat diharapkan sudah dapat melintas dengan lebih mudah.

Dengan terbukanya akses tersebut, masyarakat dapat membawa hasil pertanian dan perkebunan menuju kota atau pasar terdekat dengan lebih cepat.

Perubahan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

 

Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Irfan Hade Fitrianto menandatangai berita acara penyerahan hasil TMMD dihadapan Kapok Sahli Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Bambang Sulistyo Hery T., S.Sos dan Bupati Nagan Raya Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H.

 

Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Bagi Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya, keberhasilan program TMMD bukan hanya diukur dari pembangunan fisik semata.

Lebih dari itu, TMMD adalah tentang membangun hubungan dan kepercayaan antara TNI dan rakyat.

“Yang paling membahagiakan bagi kami adalah melihat masyarakat yang dulu masih menjaga jarak kini sudah sangat dekat dengan prajurit TNI,” ungkap Letkol Inf Irfan.

Program TMMD di Kecamatan Beutong ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan program ini tentu tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, hingga partisipasi aktif masyarakat.

Karena pada akhirnya, kekuatan terbesar bangsa ini bukan hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi pada kebersamaan antara TNI dan rakyat.

Dan di Desa Ujung Blang, kebersamaan itu kini tumbuh kembali—menjadi pondasi kuat bagi masa depan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *