Samarinda – Di bawah langit pagi yang cerah di Mako Batalyon B Pelopor Samarinda, suasana penuh khidmat dan haru menyelimuti lapangan apel pada Selasa (03/03/2026). Danyon B Pelopor, Kompol Edy Musdwiyono, S.Sos., memimpin langsung jalannya Apel Tradisi Purna Bakti bagi Iptu Priyo Susilo. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari kesatuan atas dedikasi, loyalitas, dan darma bakti yang telah diberikan oleh Iptu Priyo Susilo selama puluhan tahun mengenakan seragam kebanggaan Korps Baret Biru hingga mencapai garis finish pengabdian dengan catatan yang gemilang dan tanpa cela.
Apel tradisi ini diikuti dengan antusias oleh seluruh personel Batalyon B Pelopor beserta para istri yang tergabung dalam Bhayangkari, yang selama ini menjadi pilar pendukung utama di balik ketangguhan setiap prajurit. Prosesi pelepasan berlangsung sangat sakral, melambangkan kembalinya seorang prajurit sejati ke tengah masyarakat dengan kepala tegak. Dalam arahannya, Kompol Edy Musdwiyono menyampaikan bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari sebuah pengabdian, melainkan awal dari babak baru di mana nilai-nilai kedisiplinan dan jiwa korsa Brimob harus tetap melekat erat serta menjadi contoh baik di lingkungan sosial.
Menanggapi momen bersejarah tersebut, Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., memberikan apresiasi mendalam atas perjalanan panjang Iptu Priyo Susilo di Korps Brimob. “Purna bakti adalah momen kemenangan bagi seorang anggota Polri. Iptu Priyo telah membuktikan bahwa konsistensi dan integritas adalah kunci untuk menyelesaikan tugas dengan sempurna hingga masa pensiun tiba. Filosofi ‘Bakti Brimob untuk Masyarakat’ tidak akan pernah luntur meskipun secara administrasi tugas negara telah usai. Beliau adalah teladan nyata bagi personel muda mengenai arti kesetiaan pada janji Bhayangkara,” tegas Kombes Pol. Andy Rifai.
Andy Rifai juga menitipkan pesan inspiratif agar silaturahmi antara keluarga besar Brimob dan para purnawirawan tetap terjaga kuat. Beliau mengajak seluruh personel aktif untuk mengambil pelajaran berharga dari ketulusan yang telah ditunjukkan oleh para senior. “Gantungkan semangatmu setinggi langit, namun tetaplah membumi dalam melayani. Masa purna bakti hanyalah perpindahan tugas dari markas ke lingkungan tetangga; jadilah cahaya bagi sekitar sebagaimana kalian menjadi perisai bagi bangsa. Teruslah berkarya dan jaga marwah kesatuan. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan,” pungkasnya.

