Kodam VI/Mulawarman Berangkatkan Satgas Yonzipur 17 untuk Percepatan Penanganan Bencana di Aceh

BALIKPAPAN — Kodam VI/Mulawarman secara resmi memberangkatkan Satuan Tugas (Satgas) Yonzipur 17/Ananta Dharma untuk melaksanakan perbantuan percepatan penanganan pasca bencana alam di Provinsi Aceh. Upacara pemberangkatan digelar di Pelabuhan Semayang Balikpapan dan dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan terkait.

Dalam amanatnya, Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI krido Pramono menyampaikan duka cita dan keprihatinan mendalam atas bencana alam yang melanda sejumlah wilayah, khususnya Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang telah menimbulkan korban jiwa serta kerugian materiil yang besar.

“TNI Angkatan Darat akan selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga sebagai wujud kepedulian dan pengabdian nyata kepada rakyat,” tegasnya.

Satgas Yonzipur 17/Ananta Dharma yang berada di bawah jajaran Kodam VI/Mulawarman akan memberangkatkan 215 personel sebagai satuan utama (main body), serta menerima bantuan personel (BP) dari Yonzipur 6/Satya Digdaya Kodam XII/Tanjungpura sebanyak 95 personel. Satgas ini ditugaskan untuk melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk pemulihan infrastruktur dan dukungan logistik bagi masyarakat terdampak bencana.

Wilayah penugasan Satgas difokuskan di Kabupaten Aceh Utara, yang mengalami kerusakan cukup parah, di antaranya dua jembatan putus di Desa Panton Kecamatan Nisam dan Desa Keude Bungkalih Kecamatan Muara Batu, serta 39 titik jalan putus di Kecamatan Sawang dan Muara Batu. Untuk mendukung pelaksanaan tugas, Satgas dibekali sejumlah alat berat dan peralatan zeni seperti excavator, backhoe loader, truck crane, mobil RO, self loader, serta peralatan pendukung lainnya.

Selain melaksanakan tugas rekonstruksi dan pembersihan, Yonzipur 17/Ananta Dharma juga akan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada korban bencana di Aceh. Bantuan tersebut berupa 2.927 karung beras dengan berbagai ukuran, 2.393 dus mi instan, 133 dus minyak goreng, 487 dus air mineral, serta kebutuhan pokok lainnya. Bantuan ini merupakan hasil penghimpunan dari para donatur di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, serta dukungan dari jajaran Kodam VI/Mulawarman.

Pangdam VI/Mulawarman mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penggalangan bantuan tersebut. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus menjadi bukti nyata kehadiran TNI AD di tengah kesulitan rakyat.

Dalam amanatnya, Pangdam juga menekankan lima pedoman utama kepada seluruh prajurit Satgas, di antaranya menjaga keimanan dan keikhlasan dalam bertugas, melaksanakan tugas sesuai SOP dengan mengutamakan keselamatan, membangun sinergi lintas sektor secara humanis, bekerja profesional dan tepat sasaran, serta menjaga disiplin dan nama baik satuan.

Sebelum mengakhiri amanat, Pangdam VI/Mulawarman turut menyampaikan terima kasih kepada Komandan KRI Surabaya-591 yang akan membawa pasukan menuju daerah penugasan di Aceh, seraya mendoakan agar seluruh rangkaian perjalanan dan tugas berjalan aman dan lancar.

“Ini adalah tugas mulia. Selamat bertugas, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan dan keberhasilan kepada seluruh prajurit,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *