Balikpapan – Menjelang penutupan tahun anggaran, SKK Migas Kalsul menggenjot berbagai langkah teknis untuk mengamankan realisasi lifting minyak dan gas agar tidak meleset dari target APBN.
Koordinator Operasi SKK Migas Kalsul, Damar Setyawan, mengatakan strategi utama yang dilakukan adalah pengurasan seluruh stok yang masih tersimpan di fasilitas produksi.
> “Di akhir tahun, terutama tanggal 30 dan 31 Desember, stok-stok yang ada akan kita kuras habis. Ini langkah rutin tapi krusial untuk menjaga angka lifting,” ungkapnya.
Tak hanya itu, SKK Migas juga memaksimalkan minyak yang masih tertahan di dalam pipa.
> “Minyak yang masih tertinggal di pipa, seperti di Senipah, akan kita dorong keluar. Ini termasuk minyak yang sebelumnya belum settled,” jelas Damar.
Ia menambahkan, sejak Oktober 2025 terdapat tambahan lifting kondensat dari fasilitas LNG yang memperkuat capaian Kalsul.
> “Tambahan kondensat sekitar 150 ribu barel berhasil kita catat hingga November. Ini menjadi faktor penting dalam menjaga realisasi lifting minyak tetap di atas target,” katanya.
Langkah agresif tersebut dinilai krusial untuk memastikan kontribusi sektor migas tetap optimal bagi penerimaan negara.

