Oleh: Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Irfan Hade Fitrianto
NAGAN RAYA – Di bawah terik matahari Desa Ujong Blang, Kecamatan Beutong, langkah tegas itu terlihat jelas. Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Irfan Hade Fitrianto, turun langsung mengawasi pengerjaan badan jalan sepanjang 3.100 meter yang menghubungkan Desa Ujong Blang dengan Desa Pante Ara.
Kehadiran orang nomor satu di jajaran satgas di lokasi bukan sekadar formalitas. Ia memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai target, sekaligus memberikan arahan strategis guna mempercepat progres pembangunan. Baginya, jalan bukan hanya bentangan tanah yang diratakan, tetapi urat nadi perekonomian dan akses masa depan masyarakat desa.

Membuka Isolasi, Mendorong Pertumbuhan
Pembuatan badan jalan selebar 6 meter sepanjang 3.100 meter menjadi sasaran utama TMMD kali ini. Jalan tersebut diharapkan mampu memangkas waktu tempuh antar desa, memudahkan distribusi hasil pertanian, serta membuka akses layanan pendidikan dan kesehatan bagi warga.
Tak hanya itu, untuk memastikan ketahanan konstruksi dan kelancaran aliran air, satgas juga membangun parit kanan kiri jalan sepanjang 3.100 meter dengan lebar 1 meter. Pembuatan satu unit box culvert dan satu unit gorong-gorong menjadi bagian penting dalam mendukung sistem drainase, sehingga jalan tetap kokoh dan tidak mudah rusak saat musim hujan tiba.
Pembangunan infrastruktur ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat di pedalaman.

Sinergi TNI dan Rakyat
Program TMMD yang resmi dibuka pada 10 Februari 2026 dan berlangsung selama 30 hari ini mengedepankan semangat gotong royong. Anggota TNI dan warga bahu-membahu menyelesaikan setiap sasaran.
Di sela pekerjaan fisik, suasana kebersamaan tampak begitu kental. Canda tawa dan kerja keras berpadu menjadi energi kolektif yang mempercepat penyelesaian program. Inilah wajah nyata kemanunggalan TNI dan rakyat.

Membangun Manusia, Bukan Hanya Infrastruktur
Selain sasaran fisik, TMMD Ke-127 juga menyentuh aspek non-fisik sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Berbagai penyuluhan digelar, mulai dari wawasan kebangsaan, pertanian, bahaya narkoba, hingga kesehatan dan pencegahan stunting.
Penyuluhan Posyandu dan Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) turut dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif. Kegiatan pengobatan massal dan pasar murah menjadi wujud nyata kepedulian sosial TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya soal beton dan tanah, tetapi juga peningkatan kualitas hidup dan pola pikir masyarakat.

Sentuhan Tambahan untuk Kesejahteraan
Program tambahan TMMD Ke-127 semakin memperkuat dampaknya bagi masyarakat. Lima titik program Manunggal Air dibangun untuk menjawab kebutuhan air bersih warga. Empat unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) direhabilitasi agar menjadi tempat tinggal yang layak dan sehat.
Pembangunan lima unit MCK diharapkan mampu meningkatkan sanitasi lingkungan, sementara pengembangan ketahanan pangan seluas 4 hektare menjadi upaya konkret mendukung swasembada pangan desa. Pembersihan saluran air juga dilakukan guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Percepatan untuk Rakyat
Dalam setiap arahannya, Dansatgas menekankan pentingnya efektivitas waktu dan kualitas pekerjaan. Strategi percepatan diterapkan dengan pembagian tugas yang terukur, pengawasan ketat di lapangan, serta sinergi maksimal antara personel TNI dan masyarakat.
Percepatan pembangunan yang dilakukan bukan semata mengejar target 30 hari pelaksanaan, tetapi memastikan manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat. Jalan yang terhubung berarti peluang ekonomi yang terbuka. Air bersih yang mengalir berarti kesehatan yang terjaga. Rumah yang layak berarti masa depan yang lebih baik bagi keluarga penerimanya.
TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya menjadi bukti nyata bahwa TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan di wilayah terpencil. Melalui kerja nyata di Desa Ujong Blang hingga Desa Pante Ara, semangat kemanunggalan terus diperkuat—membangun desa, mempercepat kemajuan, dan menghadirkan harapan baru bagi rakyat.

