Balikpapan, ONBC Indonesia.com – Perkembangan Kalimantan Timur sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional terus mendorong meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang cepat, terintegrasi, dan berbasis digital. Seiring pesatnya investasi dan pembangunan di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), sektor perbankan pun dituntut menghadirkan layanan yang mampu mengikuti dinamika tersebut.
Menjawab kebutuhan itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk terus memperkuat eksistensinya di Kalimantan Timur melalui pengembangan jaringan layanan, transformasi digital, serta penyediaan berbagai solusi keuangan bagi nasabah individu, pelaku UMKM, hingga korporasi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kalimantan Timur pada 2025 tumbuh 4,53 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp889,07 triliun. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi sektor jasa keuangan untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Presiden Direktur sekaligus CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan Kalimantan Timur merupakan kawasan strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, terutama dengan semakin berkembangnya kawasan Balikpapan dan Samarinda sebagai penyangga IKN.
“Bagi CIMB Niaga, Kalimantan Timur bukan hanya wilayah dengan potensi pertumbuhan yang besar, namun juga kawasan strategis tempat berbagai peluang ekonomi baru bermunculan. Karena itu kami terus menghadirkan solusi perbankan yang lengkap dan relevan untuk mendukung kebutuhan finansial seluruh segmen nasabah,” ujar Lani saat kegiatan Media Breakfast di Balikpapan, Jumat (24/7/2026).
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, CIMB Niaga menghadirkan berbagai layanan digital seperti OCTO, OCTOBIZ, OCTO Merchant, hingga CNAF Mobile yang memudahkan transaksi perbankan, investasi, pembiayaan kendaraan, hingga pengelolaan bisnis.
Di Kalimantan Timur sendiri, CIMB Niaga didukung enam kantor cabang konvensional, satu kantor cabang syariah, serta jaringan ATM dan CRM yang tersebar di sejumlah lokasi strategis di Balikpapan, Samarinda, dan kota lainnya.
Menurut Lani, perpaduan antara layanan digital dan jaringan kantor cabang menjadi strategi perusahaan dalam memberikan pengalaman perbankan yang lebih mudah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kami ingin menjadi mitra yang dapat diandalkan masyarakat dan pelaku usaha dalam menangkap peluang pertumbuhan di Kalimantan Timur. Melalui layanan konvensional maupun syariah serta kapabilitas digital yang kuat, CIMB Niaga siap mendukung perkembangan ekosistem ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tambahnya.
Kinerja Tetap Positif
Transformasi layanan yang dilakukan CIMB Niaga turut mendorong pertumbuhan bisnis pada kuartal pertama 2026. Perseroan membukukan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp2,3 triliun.
Sementara itu, total kredit dan pembiayaan tumbuh 2,2 persen secara tahunan menjadi Rp235,1 triliun, sedangkan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp260,1 triliun.
Dana murah atau CASA meningkat 12,2 persen menjadi Rp192,3 triliun, sehingga rasio CASA mencapai 73,9 persen, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah CIMB Niaga.
Per 31 Maret 2026, total aset konsolidasian CIMB Niaga mencapai Rp368,2 triliun, memperkuat posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia.
Di sektor syariah, Unit Usaha Syariah (UUS) CIMB Niaga juga tetap mempertahankan posisinya sebagai yang terbesar di Indonesia dengan total pembiayaan Rp52,9 triliun dan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp45 triliun.
Mayoritas Transaksi Beralih ke Digital
Sejalan dengan strategi digitalisasi perusahaan, 90,6 persen transaksi keuangan nasabah kini dilakukan melalui kanal branchless banking, seperti OCTO, OCTOBIZ, ATM, hingga OCTO Pay.
Bahkan, transaksi melalui aplikasi OCTO meningkat 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menunjukkan semakin tingginya adopsi layanan digital oleh masyarakat.
Dorong UMKM dan Keberlanjutan
Selain mengembangkan bisnis, CIMB Niaga juga terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Melalui program Community Link #JadiBerkelanjutan, sejak 2022 perusahaan telah memberikan pelatihan kepada 979 pelaku UMKM di Indonesia Timur, termasuk Balikpapan dan Samarinda. Program tersebut juga membuka akses pembiayaan bagi sekitar 150 UMKM.
Di bidang sosial, CIMB Niaga bekerja sama dengan UNICEF dalam mendukung program pencegahan stunting dan perbaikan gizi anak di Indonesia.
Melalui berbagai langkah tersebut, CIMB Niaga menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menghadirkan layanan perbankan modern, tetapi juga menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kalimantan Timur, khususnya di tengah pesatnya perkembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara.

