BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan mendorong pelaku industri perhotelan, pusat perbelanjaan, dan sektor pariwisata memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kenyamanan wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Minyak.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Tjokorda Ratih Kusuma, mengatakan peningkatan kualitas layanan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari aksesibilitas, akomodasi, hingga daya tarik destinasi wisata.
Menurutnya, pengalaman positif wisatawan selama berada di Balikpapan dapat menjadi promosi tersendiri yang mendorong kunjungan berikutnya.
“Saya harapkan hospitality semuanya dijaga, baik dari aksesibilitas maupun akomodasi. Kami dari pariwisata juga terus berupaya meningkatkan atraksi-atraksi yang ada di destinasi. Selain itu, kita ajak kolaborasi, sehingga ketika ada yang mengatakan nyaman di Balikpapan, kabar baik itu bisa menular kepada orang lain,” ujar Ratih.
Ia mengapresiasi pengelola hotel di Balikpapan yang selama ini dinilai telah memberikan pelayanan baik kepada para tamu. Selama hampir lima tahun berkecimpung di sektor pariwisata, Ratih mengaku tidak menemukan keluhan fatal terkait pelayanan hotel.
Meski demikian, edukasi kepada pelaku industri perhotelan tetap diperlukan agar standar kenyamanan pelanggan terus meningkat, termasuk dalam melayani tamu mancanegara.
Di sisi lain, Disparpora juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan pusat perbelanjaan. Salah satu opsi yang tengah dijajaki adalah pemberian potongan harga atau diskon bagi wisatawan asing untuk menambah daya tarik Balikpapan sebagai destinasi kunjungan.
“Harapan saya, dengan adanya kerja sama ini, tidak menutup kemungkinan kita jajaki juga kolaborasi dengan pusat perbelanjaan, sehingga mereka mendapat fasilitas, misalnya diskon di mal. Ini bisa menjadi daya tarik tambahan,” katanya.
Ratih juga berharap pelaku pariwisata dari Brunei Darussalam dapat berpartisipasi dalam Balikpapan Fest yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang. Pemkot Balikpapan, kata dia, berencana menyediakan stan gratis bagi perwakilan Brunei untuk memperkenalkan seni, budaya, dan atraksi wisata mereka.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan pariwisata kedua wilayah sekaligus membuka peluang promosi silang yang menguntungkan.
Terkait kunjungan wisatawan mancanegara, Ratih menyebut jumlahnya rata-rata mencapai sekitar 1.000 kunjungan per bulan. Wisatawan berasal dari sejumlah negara, di antaranya Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.
Dengan penguatan layanan, promosi destinasi, serta kolaborasi lintas sektor, Balikpapan diharapkan semakin mampu menarik wisatawan asing dan memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman selama berada di kota ini.

