Bangun Pemberdayaan Berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan Gelar FGD di Tiga Wilayah PPU

BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Kilang Balikpapan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja) Program Community Involvement and Development (CID) Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan tepat sasaran.

Kegiatan yang dilaksanakan di Kelurahan Saloloang, Kelurahan Lawe-Lawe, dan Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna menjaring aspirasi serta kebutuhan masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan FGD tersebut menjadi ruang kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menyusun program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui forum ini, kami ingin mendengarkan secara langsung aspirasi, kebutuhan, potensi, serta tantangan yang dihadapi masyarakat di Kelurahan Saloloang, Kelurahan Lawe-Lawe, dan Desa Girimukti. Masukan yang disampaikan akan menjadi dasar dalam merumuskan program pemberdayaan yang lebih tepat sasaran, relevan, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang,” ujar Dodi.

FGD diikuti pemerintah daerah, perangkat desa dan kelurahan, dinas terkait, kelompok tani, kader kesehatan, pengelola Program Kampung Iklim (Proklim), hingga kelompok masyarakat lainnya. Dalam forum tersebut, peserta menyampaikan berbagai usulan program yang dinilai penting untuk mendukung pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam pemaparannya, PT PPN Kilang Balikpapan menjelaskan bahwa seluruh program CID dirancang melalui pendekatan partisipatif berbasis social mapping untuk mengidentifikasi kebutuhan sekaligus potensi yang dimiliki masyarakat.

Program-program tersebut mencakup sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, ketahanan pangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga revitalisasi sarana dan prasarana umum.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara, Rozihan Asward, mengapresiasi inisiatif PT PPN Kilang Balikpapan yang secara konsisten melibatkan masyarakat dalam penyusunan program CSR dan CID.

Menurutnya, program yang dijalankan perusahaan sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya pada aspek ketahanan pangan dan energi. Selama hampir lima tahun terakhir, kontribusi perusahaan dinilai telah membantu pengembangan sektor pertanian, terutama hortikultura di wilayah PPU.

“Saya berharap ke depan program CSR juga dapat menyentuh sektor peternakan guna mendukung pemenuhan kebutuhan protein bagi keluarga yang berisiko stunting,” kata Rozihan.

Adapun sejumlah program unggulan yang menjadi fokus pengembangan meliputi Program Wasiat Dewi Shinta di bidang kesehatan masyarakat, Proklim Salingtari Lawe-Lawe untuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, Taka Hidroponik dan KENARI dalam mendukung ketahanan pangan, Pasir Emas Borneo untuk pengembangan pertanian hortikultura berkelanjutan, serta Rumah Berseri sebagai wadah pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dalam sesi diskusi, peserta juga menyampaikan berbagai masukan terkait pengelolaan sampah, penghijauan lingkungan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan kapasitas masyarakat, dukungan sarana pendidikan berbasis lingkungan, pembentukan desa tangguh bencana, hingga keberlanjutan Program Kampung Iklim di wilayah Lawe-Lawe.

Melalui penyelenggaraan FGD ini, PT PPN Kilang Balikpapan menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan program pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup, penguatan kemandirian komunitas, serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *