Balikpapan – PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) memastikan kondisi kelistrikan di wilayah Kaltim dan Kaltara dalam keadaan aman menjelang Hari Raya Idul Fitri.
General Manager PLN UID Kaltimra Muchamad Chaliq Fadli mengatakan PLN telah menetapkan masa siaga kelistrikan selama periode Ramadan hingga setelah Lebaran.
“Mulai tanggal 12 Maret sampai dengan 31 Maret, sistem kelistrikan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara dalam kondisi aman,” ujarnya saat media briefing.
Ia menjelaskan selama periode tersebut tidak ada pemadaman listrik yang direncanakan, baik karena pemeliharaan jaringan maupun kekurangan pasokan daya listrik.
“Tidak ada pemadaman yang sifatnya terencana. Kalau pun ada padam, kemungkinan karena gangguan seperti faktor cuaca,” jelasnya.
Menurut Chaliq, kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir memang cukup menantang dengan hujan dan petir yang berpotensi mengganggu jaringan listrik.
Namun secara umum, PLN memastikan kecukupan pasokan listrik untuk melayani masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri.
“Saat ini daya mampu sistem mencapai sekitar 976 megawatt, sementara beban puncak diperkirakan 805 megawatt, sehingga masih terdapat cadangan daya sekitar 171 megawatt,” katanya.
Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga menyiagakan 1.210 personel yang terdiri dari petugas PLN serta personel dari anak perusahaan PLN.
Selain itu PLN juga menyiapkan puluhan peralatan pendukung, kendaraan operasional serta 97 posko siaga yang tersebar di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara guna memastikan pelayanan listrik tetap optimal selama periode Lebaran.

