
TAPIN – Turnamen sepak bola usia dini BRE Cup VII Tahun 2025 kembali digelar dan menjadi bukti nyata komitmen pembinaan olahraga di Kabupaten Tapin.
Ajang yang telah memasuki tahun ketujuh ini mendapat apresiasi tinggi dari ASKAB PSSI Kabupaten Tapin atas konsistensi PT Bhumi Rantau Energi (BRE) dalam mendukung pengembangan talenta muda sepak bola.
Ketua ASKAB PSSI Tapin, H. Ferdy Setiawan, menyampaikan dukungan PT BRE merupakan kontribusi strategis dunia usaha dalam pembinaan sepak bola usia dini yang berkelanjutan.
“Atas nama ASKAB PSSI Kabupaten Tapin, kami mengapresiasi setinggi-tingginya PT Bhumi Rantau Energi atas konsistensinya mendukung BRE Cup hingga tahun ke-7. Ini adalah bentuk nyata kepedulian dunia usaha terhadap pembinaan sepak bola usia dini,” ujarnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Tapin atas dukungan dan sinergi yang terus terjalin demi kemajuan olahraga, khususnya sepak bola di daerah.
BRE Cup VII Tahun 2025 diikuti 16 tim U-13 terbaik se-Kalimantan Selatan dan untuk pertama kalinya digelar secara regional, menjadi tonggak penting dalam pembinaan sepak bola usia dini di Tapin.
“Ini langkah strategis untuk pembinaan yang berjenjang dan berkelanjutan. Kami berharap dari ajang ini lahir pesepakbola muda potensial yang kelak mengharumkan nama daerah,” tambah Ferdy.
ASKAB PSSI Tapin menegaskan turnamen ini tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan pembentukan karakter kepada para pemain muda.
Direktur PT Bhumi Rantau Energi, Asep Edwin Firdaus, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas turnamen setiap tahunnya.
“Setiap tahun kita terus berbenah. Tidak hanya dari sisi kuantitas, tapi juga kualitas. Dulu hanya tingkat kabupaten, sekarang sudah level provinsi dengan keterlibatan delapan kabupaten,” ungkapnya.
Selain peningkatan jumlah peserta, PT BRE juga menaikkan uang pembinaan menjadi Rp20 juta, serta memberikan dukungan peningkatan kualitas SDM dengan memfasilitasi pelatih untuk memperoleh lisensi kepelatihan.
“Harapan kami, dari sini lahir talenta-talenta muda yang bisa memperkuat Perseran, Barito Putera, bahkan ke tingkat nasional. Mimpi anak-anak ini tidak perlu dibatasi,” ujarnya.
Ke depan, PT BRE bersama ASKAB PSSI Tapin membuka peluang perluasan peserta hingga lintas provinsi, termasuk Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
“Mimpi kami ke depan adalah membangun kompetisi sepak bola usia sekolah yang berjalan sepanjang tahun, seperti kompetisi antar sekolah. Tapin harus punya ciri khas dan legacy di pembinaan sepak bola usia dini,” tegas Asep.
BRE Cup VII diharapkan tidak hanya menjadi turnamen tahunan, tetapi juga fondasi kuat bagi lahirnya ekosistem sepak bola usia dini yang berkelanjutan di Kabupaten Tapin.

