Hadapi El Nino 2026, PTMB Siapkan Strategi Jaga Pasokan Air Bersih

Balikpapan — Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mulai menyiapkan berbagai langkah antisipasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino 2026 yang diperkirakan memicu musim kemarau panjang dan kekeringan ekstrem.

Kesiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV guna memastikan layanan air bersih di Kota Balikpapan tetap berjalan stabil selama musim kemarau.

Direktur Utama PTMB, Yudhi Saharuddin mengatakan seluruh skenario mitigasi disusun berdasarkan data teknis dan simulasi operasional agar dampak penurunan debit air baku dapat ditekan.

“Mitigasi yang kami siapkan berbasis data dan simulasi teknis, sehingga langkah yang diambil lebih terukur,” ujarnya.

Menurutnya, fenomena El Nino tahun ini diperkirakan mulai terjadi pada April dan mencapai puncak pada Agustus hingga September. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi ketersediaan air baku di Waduk Manggar yang selama ini menjadi sumber utama pasokan air bersih Kota Balikpapan.

Dalam kondisi normal, penurunan muka air waduk dapat mencapai sekitar lima sentimeter per hari. Jika curah hujan terus menurun, kondisi itu dikhawatirkan mempercepat penyusutan volume air baku.

Selain kuantitas air, kualitas air juga diprediksi mengalami penurunan akibat meningkatnya kekeruhan, masuknya pasir ke sistem pompa, hingga pertumbuhan gulma air yang dapat mengganggu proses produksi.

Saat ini cakupan layanan PTMB disebut telah mencapai sekitar 77 persen kebutuhan masyarakat Kota Balikpapan, sehingga stabilitas distribusi menjadi perhatian utama.

Sebagai langkah antisipasi, PTMB bersama BWS sepakat mengoptimalkan tampungan Waduk Manggar serta Bendungan Sungai Wain guna menjaga cadangan air selama musim kemarau.

Selain itu, tiga bendali atau bendungan pengendali di sejumlah daerah aliran sungai juga akan dimanfaatkan sebagai sumber suplai tambahan.

PTMB juga menyiapkan skenario penggiliran distribusi air apabila kapasitas produksi turun di bawah 70 persen dari kondisi normal.

“Kalau kondisi darurat terjadi, distribusi akan dilakukan bergilir agar layanan tetap merata,” kata Yudhi.

Untuk mendukung kebutuhan masyarakat, PTMB juga menyiagakan sekitar 30 unit mobil tangki air yang akan difokuskan ke wilayah prioritas seperti kawasan dataran tinggi, daerah terjauh, rumah sakit, dan fasilitas pelayanan publik.

Selain langkah jangka pendek, PTMB turut menyiapkan sumber air alternatif melalui pembangunan sumur bor baru serta optimalisasi sumur dan bendali yang sudah ada.

PTMB juga mengajak masyarakat mulai menerapkan pola penggunaan air secara hemat guna mengantisipasi dampak El Nino.

“Kami berharap masyarakat ikut bijak menggunakan air agar distribusi tetap stabil dan krisis air bisa dihindari bersama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *