Otoritas Bandara Wilayah VII Optimalkan Aset untuk Dorong Ekonomi Warga Sepinggan

BALIKPAPAN – Otoritas Bandar Udara Wilayah VII memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui kegiatan sosialisasi dan silaturahmi bersama warga RT 9 dan RT 10 Kelurahan Sepinggan, Selasa (4/8/2026). Pertemuan ini menjadi forum untuk membangun komunikasi sekaligus menyampaikan rencana penataan kawasan serta program pemberdayaan masyarakat.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, mengatakan penataan kawasan, termasuk akses masuk di bagian belakang kompleks, dilakukan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan sekaligus menjaga aset negara agar dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

“Penataan ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mewujudkan tata kelola aset pemerintah yang tertib, aman, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua RT 10 Syahril, Ketua RT 9 Edi, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Sepinggan Rusli, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), serta warga sekitar.

Selain memaparkan rencana penataan kawasan, Otoritas Bandara juga membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi terkait pengelolaan lingkungan dan fasilitas yang ada di dalam kompleks, termasuk pengelolaan Masjid Otoritas Bandar Udara Wilayah VII.

Ferdinan menjelaskan pihaknya terus mengoptimalkan pemanfaatan aset-aset yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal melalui berbagai program produktif. Selain bertujuan meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), pengembangan tersebut juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sejumlah fasilitas yang telah dikembangkan di antaranya Taman Otoritas Bandar Udara Wilayah VII sebagai ruang publik dan lokasi aktivitas UMKM, Kobu 7 Mart, More Padel Club, Resome Coffee Shop, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

“Keberadaan fasilitas ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi instansi, tetapi juga membuka peluang usaha, memperkuat interaksi sosial, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ferdinan juga memaparkan program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang selama ini dijalankan bekerja sama dengan sekolah penerbangan. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kompetensi masyarakat agar memiliki daya saing dalam dunia kerja maupun berwirausaha.

Sementara itu, pengurus DKM menyampaikan rencana pendataan warga yang berhak menerima bantuan sosial dan santunan melalui masjid. Pendataan dilakukan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, Otoritas Bandar Udara Wilayah VII menegaskan komitmennya untuk terus menjalin kolaborasi dengan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, produktif, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi seluruh pihak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *