BALIKPAPAN — Aroma makanan kekinian berpadu dengan beragam produk lokal bakal memenuhi Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome Balikpapan, 11–13 September 2026.
Selama tiga hari, Bank Indonesia menghadirkan Mahligai Nusantara, sebuah gelaran yang tidak sekadar menjadi etalase produk UMKM, tetapi juga ruang bertemunya pelaku usaha lokal dengan konsumen, pasar yang lebih luas, hingga generasi muda.
Sebanyak 36 booth lebih disiapkan dalam kegiatan tersebut. Produk UMKM menjadi salah satu daya tarik utama, dengan berbagai produk yang telah melalui proses kurasi dan pendampingan.
Namun, Mahligai Nusantara tahun ini tidak hanya berbicara tentang produk UMKM. Ruang khusus juga disiapkan untuk Gen Z, terutama tenant kuliner yang menawarkan makanan dan minuman kekinian yang dekat dengan selera anak muda.
Konsep tersebut membuat Mahligai Nusantara tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga masyarakat umum, termasuk generasi muda yang ingin menikmati kuliner, melihat produk lokal, sekaligus mengenal lebih dekat perkembangan UMKM di Kalimantan Timur.
Menariknya, masyarakat tidak perlu menyiapkan biaya besar untuk datang ke event ini. Tiket masuk hanya Rp1. Sementara seluruh transaksi di area Mahligai Nusantara didorong menggunakan QRIS, sehingga pengunjung dapat bertransaksi secara cepat dan praktis tanpa harus membawa uang tunai.
Bagi Bank Indonesia, digitalisasi transaksi menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM agar semakin siap masuk ke ekosistem ekonomi digital.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Robi Ariadi, mengatakan Mahligai Nusantara tidak dirancang sekadar sebagai tempat memamerkan produk.
Sebelum tampil dalam pameran, UMKM binaan telah mendapatkan pendampingan, mulai dari peningkatan kapasitas produksi hingga penguatan sumber daya manusia.
“Beberapa UMKM kami latih dari sisi produksi, kemudian dari sisi orang-orangnya juga kami latih,” ujar Robi.
Pendampingan tersebut diharapkan membuat UMKM tidak berhenti pada kemampuan menghasilkan produk, tetapi juga mampu menjual dan memperluas pasar.
Salah satu indikatornya terlihat dari pengalaman UMKM binaan BI yang mengikuti berbagai event sebelumnya. Produk mereka tidak hanya dibeli oleh masyarakat lokal, tetapi mulai menarik perhatian pembeli dari luar daerah bahkan mancanegara.
Robi menyebut, sejumlah negara seperti China, Australia, Jepang, Singapura, dan Korea pernah menjadi bagian dari jejaring pasar yang mengenal produk UMKM binaan Bank Indonesia.
Karena itu, Mahligai Nusantara menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan produk lokal dengan pasar yang lebih luas.
Bagi pelaku UMKM, setiap transaksi di event ini bukan sekadar angka penjualan. Ada peluang untuk mendapatkan pelanggan baru, membangun jejaring, sekaligus menguji sejauh mana produk mereka mampu bersaing di tengah perubahan selera konsumen.
Di sisi lain, kehadiran tenant Gen Z menjadi warna tersendiri. Produk-produk kuliner kekinian diharapkan mampu menarik generasi muda untuk datang dan berinteraksi langsung dengan ekosistem UMKM.
Konsep ini sekaligus menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak selalu harus dikemas dalam suasana formal. Produk lokal dapat hadir berdampingan dengan tren kuliner dan gaya konsumsi generasi muda.
Mahligai Nusantara 2026 pun menjadi pertemuan antara produk lokal, pasar, budaya, generasi muda, dan digitalisasi.
Dengan 36 booth yang hadir selama tiga hari di BSCC Dome Balikpapan, Bank Indonesia berharap kegiatan ini tidak berhenti ketika pameran ditutup.
Lebih jauh, Mahligai Nusantara diharapkan menjadi pintu bagi UMKM Kaltim untuk memperluas pasar, meningkatkan transaksi, memperkuat merek, dan pada akhirnya benar-benar naik kelas.
Sementara bagi masyarakat, tiket Rp1 menjadi kesempatan untuk datang, menikmati berbagai produk lokal dan kuliner kekinian, sekaligus ikut menggerakkan roda ekonomi UMKM.
Karena pada akhirnya, setiap transaksi kecil yang terjadi di dalam venue bisa menjadi bagian dari perjalanan besar sebuah usaha lokal menuju pasar yang lebih luas.

