ITK Jadi Tuan Rumah KRTI 2026, Rektor Soroti Masa Depan Drone di IKN

Balikpapan, ONBC Indonesia.com – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) dipercaya menjadi tuan rumah Kontes Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026. Ajang ini dinilai menjadi wadah untuk mendorong kreativitas dan inovasi mahasiswa dalam mengembangkan teknologi robot terbang.

Rektor ITK Agus Rubiyanto mengatakan, kepercayaan menjadi penyelenggara KRTI 2026 merupakan amanah dari Kementerian Pendidikan dan Sains dan Teknologi.

“Kita bersyukur bahwa ITK diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan Kontes Robot Terbang Indonesia 2026. Ini salah satu kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Sains dan Teknologi,” kata Agus.

Menurutnya, KRTI menjadi salah satu kompetisi yang dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa, khususnya dalam bidang teknologi robot terbang.

Dalam KRTI 2026, terdapat lima kategori perlombaan dengan karakteristik dan misi yang berbeda. Salah satunya race plan yang menguji kecepatan terbang peserta hingga mencapai ketinggian tertentu, kemudian dilanjutkan dengan penerbangan secara autonomous.

Kategori berikutnya yakni VTOL (Vertical Take-Off and Landing) yang mengandalkan kemampuan pesawat untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal. Peserta juga diberikan misi tertentu yang harus diselesaikan menggunakan teknologi yang dikembangkan.

Kemudian terdapat kategori LILO (Long Endurance/Long Distance) yang menguji kemampuan peserta dalam penerbangan jarak jauh dan daya tahan terbang. Peserta dituntut membawa misi dari satu lokasi menuju lokasi lainnya.

Sementara kategori Technical Development memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan teknologi sesuai kreativitas masing-masing, selama tetap memiliki misi yang jelas.

Agus mencontohkan, teknologi yang dikembangkan mahasiswa dapat diarahkan untuk mendeteksi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), banjir, maupun kebutuhan lainnya.

“Technical development ini bebas. Mereka diberikan kreasi untuk mengembangkan apa pun yang ada, yang terpenting ada misi. Misalkan untuk mendeteksi karhutla, kemudian untuk mendeteksi banjir dan sebagainya,” jelasnya.

Menurut Agus, perkembangan teknologi drone tersebut juga relevan dengan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mengusung konsep smart forest city.

Ia menilai kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan teknologi robot terbang dapat menjadi bagian dari ekosistem teknologi yang nantinya mendukung kebutuhan IKN.

“Kita ketahui bahwa Ibu Kota Nusantara ini dikembangkan sebagai smart dan forest city. Kita lihat di sini adik-adik mengembangkan yang smart,” ujarnya.

Agus menyebut, berdasarkan blueprint Otorita IKN, terdapat rencana pengembangan jalur drone di kawasan Nusantara. Karena itu, ia berharap inovasi mahasiswa dalam ajang KRTI tidak berhenti pada kompetisi semata.

Menurutnya, mahasiswa perlu terus mengembangkan teknologi drone agar dapat digunakan secara efektif dan efisien, termasuk untuk membawa atau mengirim sesuatu dari satu lokasi ke lokasi lainnya.

“Kalau kita lihat dari blueprint dari otorita ini kan ada jalur drone nantinya. Makanya adik-adik tidak hanya berhenti di sini. Suatu saat terus berpikir mengembangkan bagaimana nantinya membuat drone yang efektif dan efisien,” katanya.

Agus menilai inovasi tersebut penting untuk terus dikembangkan seiring meningkatnya kebutuhan teknologi dalam mendukung pembangunan dan aktivitas di kawasan IKN.

“Artinya bahwa dia membawa dari satu tempat ke tempat yang lain. Tentu saja inovasi ini penting bagi kita bersama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *