Balikpapan — Tangis haru pecah di tengah ajang lomba pengetahuan tentang mata uang Rupiah. Dua siswa SD Negeri 002 Balikpapan Tengah, Balikpapan, Kalimantan Timur, berhasil menjadi juara pertama putri dan putra setelah mengalahkan ratusan peserta lainnya.
Adalah Helena Kalea Thamrin, siswi kelas 6C, yang berhasil meraih Juara 1 Putri. Sementara kategori putra juga menjadi milik siswa SD Negeri 002 Balikpapan Tengah, yakni Al Diandra Pratyan, siswa kelas 5D.
Kemenangan keduanya terasa semakin istimewa lantaran Helena dan Aldiandra mengikuti lomba tersebut dengan persiapan yang sangat singkat. Helena bahkan mengaku dirinya dipilih secara mendadak untuk mengikuti lomba dan belum sempat mempelajari secara sungguh-sungguh materi mengenai Rupiah.
Dalam perlombaan tersebut, peserta harus menjawab 25 pertanyaan mengenai mata uang Rupiah. Sistem yang digunakan adalah sistem gugur, sehingga peserta yang tidak mampu menjawab pertanyaan harus tersingkir dari perlombaan.
Helena mengaku sempat tidak menyangka dirinya bisa melaju hingga menjadi juara pertama. Ia hanya berusaha menjawab pertanyaan yang diberikan dengan tenang.
“Saya sebenarnya dipilih dadakan. Belum sempat belajar banyak tentang Rupiah. Waktu lomba saya sempat tegang, tapi saya coba jawab pertanyaannya satu per satu,” ujar Helena.
Siswi kelas 6C itu mengaku senang sekaligus terharu ketika akhirnya namanya dinyatakan sebagai juara pertama kategori putri.
“Saya tidak menyangka bisa juara satu. Senang sekali, sampai terharu karena ada guru dan orang tua yang mendukung,” katanya.
Hal serupa juga dirasakan Al Diandra Pratyan. Siswa kelas 5D tersebut berhasil melewati ketatnya persaingan hingga keluar sebagai Juara 1 Putra.
Menurut Aldiandra, tantangan terbesar dalam perlombaan adalah mempertahankan konsentrasi karena peserta harus menjawab pertanyaan secara bertahap dengan sistem gugur.
“Saya awalnya biasa saja, tapi semakin sedikit pesertanya semakin tegang. Saya berusaha tetap fokus dan menjawab sesuai yang saya tahu,” ujar Aldiandra.
Ia mengaku sangat bahagia ketika dinyatakan sebagai juara pertama.
“Saya senang dan bangga bisa juara satu. Terima kasih untuk guru dan orang tua yang sudah mendukung saya,” ucapnya.
Pembina SD Negeri 002 Balikpapan Tengah, Fitriyah Imaniati, mengatakan kemenangan Helena dan Aldiandra menjadi momen yang tidak terlupakan bagi sekolah. Terlebih, keduanya tidak menjalani persiapan panjang sebelum mengikuti perlombaan.
“Anak-anak ini dipilih secara dadakan. Persiapannya juga sangat singkat. Jadi ketika mereka bisa bertahan sampai menjadi juara satu putri dan putra, kami sangat bangga,” kata Fitriyah.
Menurut Fitriyah, prestasi tersebut menunjukkan keberanian siswa untuk mencoba dan kemampuan mereka dalam mengandalkan pengetahuan yang dimiliki.
Ia juga mengaku suasana haru langsung terasa ketika kedua siswa tersebut dinyatakan sebagai pemenang. Tangis bahagia tidak hanya datang dari peserta, tetapi juga guru dan orang tua yang menyaksikan perjuangan mereka.
“Yang paling mengharukan ketika mereka dinyatakan juara. Anak-anak menangis, guru juga ikut terharu, orang tua pun menangis. Ini bukan hanya soal trofi, tetapi tentang perjuangan dan keberanian anak-anak,” ungkapnya.
Fitriyah berharap prestasi tersebut dapat menjadi pengalaman berharga bagi Helena dan Aldiandra sekaligus memotivasi siswa lainnya untuk berani mengikuti berbagai perlombaan.
“Kami berharap mereka tidak cepat puas. Prestasi ini menjadi motivasi untuk terus belajar dan berani mencoba hal-hal baru,” pungkasnya.

