Lanud Dhomber Siagakan C-212 untuk Operasi Modifikasi Cuaca

BALIKPAPAN – Lanud Dhomber Balikpapan memastikan kesiapan satu unit pesawat C-212 untuk mendukung operasi modifikasi cuaca di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kalimantan Timur.

Pesawat bersama kru telah disiapkan untuk menjalankan misi operasi yang dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 27 Agustus 2026.

Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana mengatakan, pengerahan pesawat tersebut merupakan bagian dari dukungan TNI Angkatan Udara terhadap upaya pemerintah mengantisipasi dampak kekeringan.

“Hari ini sudah ada satu BKO pesawat C-212 Angkasa, dengan kru yang sesuai dengan perintah dari Kepala Staf Angkatan Udara akan mendukung kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca,” ujarnya.

Sebelum digunakan, kesiapan pesawat telah diperiksa bersama kru. Sementara bahan yang akan digunakan dalam operasi juga telah tersedia di Lanud Dhomber.

Menurut Sorga, pelaksanaan operasi nantinya sangat bergantung pada kondisi cuaca. Pesawat hanya akan diterbangkan ketika terdapat potensi awan yang dinilai memungkinkan untuk dilakukan penyemaian.

“Kami sudah membriefing atau mengecek kesiapan dari pesawat, kemudian garam juga sudah berada di Lanud Dhomber, kemudian tinggal menunggu potensi cuaca,” katanya.

Pesawat C-212 yang digunakan merupakan produksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI). Dalam satu misi, pesawat tersebut mampu terbang hingga sekitar empat jam.

Pesawat juga dapat membawa bahan modifikasi cuaca hingga sekitar 800 kilogram.

Sementara bahan yang digunakan berupa garam NHCL yang memang dipersiapkan untuk mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.

Sorga menegaskan, Lanud Dhomber bersama unsur pendukung lainnya siap menjalankan tugas sesuai perkembangan kondisi cuaca di lapangan.

Ia berharap operasi tersebut dapat membantu pemerintah dalam menghadapi kondisi kekeringan yang terjadi di IKN dan Kalimantan Timur.

“Mudah-mudahan dengan apa yang sudah kami siapkan ini bisa menjalankan misi yang diberikan kepada kami dan membantu pemerintah daerah, dalam hal ini IKN dan Kalimantan Timur, untuk mengatasi masalah kekeringan yang sekarang ini sedang terjadi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *