ASTANA — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Astana menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rida Mulyana, pada Selasa (11/8/2026). Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Kazakhstan merangkap Tajikistan, Dr. M. Fadjroel Rachman, secara khusus menyoroti peran penting pemikiran almarhum dalam diplomasi energi dan mineral antara kedua negara.
Kenangan Erat Bersama Almarhum di ITB
Dalam keterangannya, Dubes Fadjroel mengenang almarhum sebagai sahabat seangkatannya saat menempuh pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan tahun 1982. KBRI Astana turut berdukacita sebesar-besarnya karena almarhum Rida Mulyana sangat mendukung pemikiran serta upaya KBRI Astana untuk meningkatkan kerja sama bilateral Indonesia dan Kazakhstan di bidang energi dan mineral.
Komitmen Finalisasi MoU Energi dan Mineral
Dubes Fadjroel menekankan bahwa dukungan penuh almarhum dalam merintis penyusunan nota kesepahaman (MoU) strategis antar-pemerintah (G-to-G) di sektor energi dan mineral harus terus diteruskan hingga tuntas sebagai bentuk penghormatan atas dedikasinya.
“Insya Allah MoU di bidang Energi dan Mineral yang sudah dirintis dapat difinalisasi dan memperkuat hubungan Indonesia dan Kazakhstan,” ujar Dubes Fadjroel.
Finalisasi MoU ini dipandang sebagai agenda prioritas untuk memperkokoh kemitraan strategis bilateral. Sebelumnya, KBRI Astana di bawah kepemimpinan Dubes Fadjroel telah aktif mendorong percepatan finalisasi MoU tersebut agar menjadi payung kerja sama antar-pemerintah sekaligus rujukan bagi kolaborasi antar-pelaku usaha (B-to-B). Kerja sama strategis antar-pelaku usaha di sektor mineral dan minyak mentah sendiri telah berjalan dengan nilai yang signifikan, sehingga keberadaan MoU G-to-G sangat diperlukan untuk memayunginya.
Rekam Jejak Gemilang di Sektor Energi
Rida Mulyana dikenal luas sebagai seorang birokrat dan profesional yang memiliki rekam jejak gemilang di sektor energi nasional. Almarhum pernah mengemban sejumlah jabatan penting, termasuk sebagai Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) serta Komisaris PT Pertamina (Persero). Kepergian Rida Mulyana merupakan kehilangan yang sangat besar bagi Indonesia, khususnya dalam upaya memperkuat kerja sama energi dengan mitra strategis di kancah global.

