Kelola Sampah hingga Ketahanan Pangan, TALISERA Diguyur Penghargaan

JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan meraih penghargaan Gold kategori Pilar Lingkungan dalam ajang 6th TJSL & CSR Award 2026.

Penghargaan yang diselenggarakan BUMN Track bersama BTA Academy tersebut diberikan atas keberhasilan AFT Sepinggan mengembangkan Program TALISERA (Tani Lestari dari Sampah untuk Energi dan Pangan Keluarga).

Penghargaan diserahkan dalam kegiatan yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Program TALISERA dinilai mampu menghadirkan inovasi pemberdayaan masyarakat yang berdampak terhadap lingkungan sekaligus mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Program ini mengusung konsep ekonomi sirkular dengan mengintegrasikan pengelolaan sampah organik rumah tangga, pemanfaatan energi baru terbarukan melalui panel surya, serta penggunaan pupuk organik dalam sistem pertanian terpadu.

Melalui pendekatan tersebut, TALISERA tidak hanya berfokus pada persoalan sampah, tetapi juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kolaborasi berbagai pihak dalam mengembangkan program pemberdayaan masyarakat yang menjawab tantangan sosial dan lingkungan.

“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan program TJSL yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung target keberlanjutan perusahaan,” ujar Edi.

Menurutnya, melalui TALISERA, pengelolaan sampah organik, pemanfaatan energi terbarukan, dan pertanian berkelanjutan dikembangkan dalam satu ekosistem.

Ekosistem tersebut diharapkan mampu mengurangi emisi karbon, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus menciptakan nilai bersama bagi masyarakat.
Implementasi TALISERA juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon melalui pengelolaan sampah organik sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir.

Selain itu, penggunaan panel surya dalam operasional program menjadi bagian dari upaya pemanfaatan energi bersih. Pemanfaatan pupuk organik hasil pengolahan sampah juga turut mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Edi menambahkan, keberhasilan program tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, serta berbagai mitra.

“Kolaborasi menjadi kunci agar program tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga dapat terus berkembang dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat,” katanya.

Ke depan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan akan terus mendorong pengembangan inovasi sosial dan lingkungan yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

Program TALISERA juga mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), di antaranya TPB 2 tentang Tanpa Kelaparan, TPB 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, TPB 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta TPB 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim.

Melalui AFT Sepinggan, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya memperkuat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan dan menciptakan nilai bersama secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *