BALIKPAPAN – Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII Balikpapan mulai menggencarkan kampanye keselamatan penerbangan sebagai tindak lanjut Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 3 Tahun 2026 tentang Peningkatan Keselamatan pada Sarana dan Prasarana Transportasi.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, Ferdinan Nurdin, mengatakan kampanye tersebut bertujuan memperkuat budaya keselamatan di lingkungan transportasi udara, baik di internal unit kerja maupun kepada masyarakat pengguna jasa.
“Kami berkomitmen mengimplementasikan Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 3 Tahun 2026 secara konsisten. Budaya keselamatan tidak hanya menjadi tanggung jawab regulator, tetapi harus menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan penerbangan,” ujar Ferdinan, Senin (3/8/2026).
Ia menjelaskan, instruksi tersebut mengamanatkan pelaksanaan safety campaign secara rutin sedikitnya dua kali dalam sepekan. Kegiatan dilakukan secara sistematis, terencana, terpadu, dan berkelanjutan, disertai pelaporan hasil pelaksanaan sebagai bahan evaluasi.
Menurut Ferdinan, kampanye keselamatan dapat dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari sosialisasi, edukasi publik, pemanfaatan media massa dan media sosial, penyebaran materi komunikasi, hingga pelaksanaan kegiatan di simpul transportasi dan ruang publik.
Selain kampanye, terdapat delapan poin utama yang menjadi fokus implementasi, yakni pemeriksaan menyeluruh, inspeksi acak, pengawasan sistem keselamatan, pengawasan perawatan, evaluasi berkala, mitigasi risiko sejak dini, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengawasan internal yang ketat.
“Laporan pelaksanaan kampanye nantinya memuat ketercapaian kegiatan, tingkat partisipasi masyarakat, peningkatan pemahaman, perubahan perilaku, hingga umpan balik dari para pemangku kepentingan. Hal ini menjadi bagian dari upaya perbaikan berkelanjutan,” jelasnya.
Ferdinan menegaskan keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama yang harus diwujudkan melalui sinergi seluruh pihak.
“Keselamatan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan membudayakan keselamatan, kita dapat mewujudkan transportasi udara yang aman, nyaman, selamat, dan berkelanjutan,” tutupnya.

