Pertamina Bekali Warga Binaan Lapas Balikpapan Keterampilan Kelola Lahan Pertanian

BALIKPAPAN – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan pengelolaan lahan serta peningkatan produktivitas dan kualitas hasil pertanian bagi warga binaan Lapas Kelas IIA Balikpapan. Kegiatan yang berlangsung di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Balikpapan pada Rabu (24/6) itu diikuti oleh 11 warga binaan yang tengah menjalani program asimilasi.

Pelatihan menghadirkan praktisi pertanian yang memberikan pembekalan mengenai teknik regenerasi tanah dan pengolahan kembali media tanam agar tetap produktif. Program ini menjadi solusi atas tantangan karakteristik tanah di Balikpapan yang cenderung kurang subur sehingga membutuhkan pengelolaan yang tepat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, mengatakan program TJSL Pertamina tidak hanya berfokus pada operasional perusahaan, tetapi juga mendorong terciptanya kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat.

“Program Tanggung Jawab Sosial ini berfokus pada penciptaan kemandirian masyarakat. Kami berharap melalui pelatihan ini para warga binaan memiliki bekal keterampilan yang kuat. Setelah menyelesaikan masa pembinaan, mereka dapat membangun komunitas yang produktif dan membuka peluang ekonomi mandiri yang bermanfaat bagi keluarga maupun lingkungan,” ujar Edi.

Sementara itu, Kepala Subseksi Bimbingan Kerja dan Pengelolaan Hasil Kerja Lapas Kelas IIA Balikpapan, Setyo D. Moko, mengapresiasi pendampingan berkelanjutan yang diberikan Pertamina sejak 2022. Menurutnya, dukungan tersebut memberikan dampak positif terhadap program pembinaan warga binaan.

Ia menyebut salah satu bentuk dukungan yang paling dirasakan adalah pembangunan greenhouse berukuran 22 x 11 meter di kawasan SAE. Fasilitas tersebut berhasil dimanfaatkan untuk panen raya perdana melon dengan hasil mencapai sekitar 400 kilogram.

Selain greenhouse, Pertamina juga menyalurkan berbagai sarana penunjang pertanian, mulai dari mesin sprayer tanaman, pupuk kandang, sekam, bahan pembuatan pestisida alami hingga ember fermentasi pupuk.

Kawasan SAE Lapas Balikpapan yang memiliki luas sekitar 7.000 meter persegi kini menjadi pusat pembinaan berbasis pertanian terpadu. Di kawasan tersebut dikembangkan berbagai komoditas hortikultura seperti melon, kangkung, sawi, cabai, dan pisang, serta budidaya perikanan dan peternakan ayam sebagai bekal keterampilan bagi warga binaan sebelum kembali ke masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *