Penajam Paser Utara — Program budidaya ikan nila berbasis bioflok binaan PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan mencatat hasil positif melalui panen perdana yang dilaksanakan di Desa Girimukti, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kelompok binaan Wasiat Dewi Shinta berhasil memanen sekitar 80 kilogram ikan nila yang seluruh hasilnya langsung terjual kepada masyarakat setempat.
Program budidaya ini mulai dijalankan sejak awal tahun 2026 sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan.
Ketua Program Wasiat Dewi Shinta, Syahriah, mengatakan budidaya ikan nila dengan metode bioflok menjadi pengalaman baru bagi kelompoknya dalam mengembangkan usaha produktif berbasis masyarakat.
“Alhamdulillah panen perdana berjalan lancar dan hasilnya cukup memuaskan. Kami banyak belajar mulai dari pengelolaan kolam, pemberian pakan hingga menjaga kualitas air,” ujarnya.
Menurutnya, kelompok berencana meningkatkan kapasitas budidaya agar manfaat program bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekitar.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga RU V Balikpapan, Dodi Yapsenang menjelaskan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi masyarakat.
“Program ini tidak hanya fokus pada produksi pangan, tetapi juga mendorong masyarakat agar memiliki usaha yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi,” katanya.
Metode bioflok dipilih karena dinilai lebih efisien dalam penggunaan air serta dapat diterapkan di lahan terbatas dengan produktivitas yang cukup tinggi.
Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan usaha budidaya ikan yang ramah lingkungan.
Panen perdana tersebut turut dihadiri Ketua PKK Desa Girimukti bersama perwakilan perusahaan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan program pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan.

