BALIKPAPAN – Ramadan 1447 Hijriah menjadi lebih dari sekadar momentum spiritual di Kalimantan Timur. Di Aula Kodam VI/Mulawarman, Selasa (3/3/2026), pertemuan antara pemerintah pusat dan elite daerah mengirim pesan tegas: stabilitas Kaltim adalah fondasi keberhasilan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Djamari Chaniago, hadir langsung dalam agenda buka puasa bersama Forkopimda Kaltim. Namun di balik nuansa kebersamaan Ramadan, terselip agenda strategis: menyatukan persepsi dan memperkuat kendali keamanan di wilayah yang kini menjadi episentrum transformasi tata kelola negara.
Kaltim dalam Pusaran Dinamika Global
Dalam arahannya, Menko Polkam menyoroti perubahan lanskap global yang kian dinamis—mulai dari rivalitas geopolitik, ketegangan kawasan, hingga ancaman siber dan disinformasi.
Menurutnya, daerah penyangga IKN tidak boleh lengah terhadap potensi gangguan stabilitas, baik konvensional maupun non-konvensional.
“Rakyat sudah lama menunggu realisasi janji pembangunan. Sekarang saatnya kita bekerja nyata, bersatu dan fokus. Jangan biarkan perbedaan prinsipil menghambat kerja sama kita,” tegasnya.
Ia secara khusus mengingatkan bahaya hoaks dan manipulasi informasi yang dapat memecah belah masyarakat, terutama generasi muda. Dalam konteks pembangunan IKN, stabilitas opini publik dinilai sama pentingnya dengan stabilitas keamanan fisik.
Etalase Masa Depan Indonesia
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, menyebut Kalimantan Timur kini berada dalam posisi strategis sebagai etalase Indonesia di mata dunia. Dengan target perpindahan pusat pemerintahan pada 2028, konsolidasi pusat dan daerah menjadi kebutuhan mendesak.
Sebelum menghadiri agenda di Makodam, Menko Polkam juga meninjau kawasan IKN serta Kilang Pertamina Balikpapan. Peninjauan tersebut mempertegas bahwa Kalimantan Timur bukan hanya simpul pemerintahan baru, tetapi juga penyangga ketahanan energi nasional.
Soliditas Aparat dan Forkopimda.
Selaku tuan rumah, Pangdam VI/Mulawarman, Krido Pramono, memastikan komitmen TNI dalam menjaga keamanan wilayah. Ia menegaskan, stabilitas Kaltim adalah harga mati mengingat posisinya sebagai garda terdepan pengamanan IKN dan objek vital nasional.
“Kodam VI/Mulawarman akan senantiasa siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kondusivitas wilayah Kalimantan Timur,” ujarnya.
Acara yang dihadiri sekitar 200 tokoh lintas sektor—mulai dari unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga tokoh adat dan agama—menjadi simbol bahwa keamanan bukan hanya urusan aparat, melainkan tanggung jawab kolektif.
Ramadan dan Diplomasi Internal Negara
Di tengah iringan hadrah dan tausiyah menjelang berbuka, pertemuan ini menghadirkan pesan simbolik: stabilitas nasional dibangun dari komunikasi yang cair dan sinergi tanpa sekat.
Safari Ramadan Menko Polkam menjadi bentuk diplomasi internal negara—menguatkan simpul-simpul kekuasaan agar tetap solid menghadapi fase transisi besar menuju ibu kota baru.
Di gerbang IKN, Kalimantan Timur kini bukan lagi sekadar daerah. Ia telah menjelma menjadi panggung strategis masa depan Indonesia—di mana keamanan, persatuan, dan konsistensi kebijakan menjadi taruhan utama.

