Pererat Silaturahmi Ramadan, Angkasa Pura Indonesia Gandeng Enam Yayasan di Balikpapan

<span;>BALIKPAPAN – Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan kembali menggelar kegiatan santunan anak yatim dan buka puasa bersama sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

<span;>General Manager Bandara SAMS Sepinggan, Iwan Mahdar, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar, khususnya yang berada di kawasan keselamatan operasional penerbangan.

<span;>“Hari ini sebagai bentuk kepedulian kami terhadap masyarakat dan lingkungan, khususnya di kawasan keselamatan operasional penerbangan, kami berbagi di bulan Ramadan dengan memberikan santunan kepada adik-adik yatim piatu,” ujarnya.

<span;>Ia menjelaskan, kegiatan tersebut dirangkai dengan buka puasa bersama karyawan-karyawati, jajaran Regional 6, serta komunitas bandara. Meski dilaksanakan secara sederhana karena keterbatasan tempat, menurutnya hal itu tidak mengurangi makna kebersamaan.

<span;>“Kita memastikan kembali mempererat tali silaturahmi dan menggerakkan langkah seirama di bulan Ramadan melalui kegiatan buka bersama ini,” katanya.

<span;>Dalam kegiatan tersebut, sebanyak kurang lebih 110 anak yatim piatu dari enam yayasan di Balikpapan menerima santunan. Iwan menegaskan, pemilihan yayasan telah melalui proses survei dan verifikasi oleh panitia.

<span;>“Panitia sudah melakukan survei dan cek and recheck di lapangan. Dan ini bukan yang terakhir, karena program ini berkelanjutan dan akan terus kami lakukan pada bulan-bulan berikutnya,” jelasnya.

<span;>Ia menambahkan, program TJSL tidak hanya berupa santunan, tetapi juga mencakup perbaikan fasilitas umum, dukungan kesehatan, edukasi, serta sosialisasi keselamatan penerbangan kepada masyarakat sekitar bandara.

<span;>“Kami juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak bermain layang-layang, laser, maupun drone di sekitar bandara. Ini bagian dari kolaborasi agar masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap bandara, karena operasional penerbangan juga sangat bergantung pada dukungan lingkungan sekitar,” tegasnya.

<span;>Iwan berharap kegiatan sosial tersebut dapat memberikan manfaat nyata sekaligus memperkuat sinergi antara pengelola bandara dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi operasional penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *