Balikpapan – Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 oleh Bank Indonesia menjadi sinyal positif bagi penguatan ekonomi daerah, termasuk Kota Balikpapan yang berperan strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada kisaran 4,7–5,5 persen di 2025 dan meningkat hingga 5,9 persen pada 2027, peluang akselerasi ekonomi daerah terbuka semakin lebar. Balikpapan dinilai memiliki posisi penting sebagai pusat jasa, logistik, perdagangan, dan keuangan di Kalimantan Timur.
Tema LPI 2025, “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, sejalan dengan arah pembangunan Balikpapan yang menitikberatkan pada penguatan sektor jasa, hilirisasi, serta digitalisasi ekonomi.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menekankan pentingnya optimisme, komitmen, dan sinergi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Hal ini relevan dengan kondisi Balikpapan yang terus mengalami peningkatan aktivitas ekonomi seiring pembangunan IKN dan bertambahnya arus investasi.
Stabilitas harga yang diproyeksikan tetap terjaga dengan inflasi pada kisaran 2,5±1 persen juga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat Balikpapan, khususnya di tengah tingginya mobilitas penduduk dan aktivitas ekonomi.
Dari sisi kebijakan, penguatan sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk mendorong sektor riil di Balikpapan. Lima fokus sinergi yang disampaikan BI, mulai dari stabilitas ekonomi, hilirisasi sumber daya alam, penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan pembiayaan, hingga percepatan digitalisasi, dinilai relevan dengan kebutuhan daerah.
“Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Balikpapan juga berpotensi mendapatkan manfaat dari penguatan pembiayaan dan digitalisasi sistem pembayaran, sejalan dengan agenda Bank Indonesia dalam mendorong ekonomi yang inklusif dan berdaya tahan,” urai Perry.
Ke depan, Balikpapan diharapkan dapat memanfaatkan momentum pertumbuhan nasional dan dukungan kebijakan Bank Indonesia untuk memperkuat perannya sebagai simpul ekonomi regional di Kalimantan, sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan IKN.
LPI 2025 sendiri menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan di Balikpapan dalam membaca arah kebijakan ekonomi nasional serta merumuskan strategi pembangunan ekonomi daerah yang adaptif dan berkelanjutan.

