Balikpapan – Wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) memegang peran strategis dalam menjaga pasokan gas nasional. Sepanjang Januari hingga November 2025, kontribusi gas bumi dari Kalsul tercatat hampir 30 persen terhadap total realisasi nasional.
Kepala SKK Migas Perwakilan Kalimantan dan Sulawesi, Azhari Idris, mengatakan capaian tersebut menunjukkan posisi Kalsul sebagai salah satu tulang punggung sektor hulu migas nasional.
> “Realisasi penyaluran gas bumi dari wilayah Kalsul mencapai 100 persen dari target APBN 2025 dan kontribusinya hampir 30 persen terhadap nasional. Ini menunjukkan Kalsul memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga ketahanan energi,” ujar Azhari.
Selain gas, realisasi lifting minyak mentah di Kalsul juga tercatat melampaui target APBN, yakni sebesar 102 persen. Secara kumulatif, kontribusi minyak dan gas Kalsul mencapai sekitar 22 persen dari total nasional.
> “Capaian ini bukan hanya soal memenuhi target, tetapi bagaimana wilayah Kalsul mampu menopang produksi nasional secara konsisten,” tegasnya.
Ashari menambahkan, kinerja tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SKK Migas dan KKKS di wilayah Kalsul dalam menjaga keberlangsungan operasi hulu migas.

