Balikpapan – Pemerintah menetapkan gas bumi tetap menjadi komoditas andalan hulu migas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada 2026. Dalam target APBN 2026, kontribusi gas Kalsul diproyeksikan mencapai 1.485 MMSCFD atau sekitar 27 persen dari target nasional.
Kepala SKK Migas Perwakilan Kalsul, Azhari Idris, mengatakan kebijakan tersebut sejalan dengan peran gas sebagai penopang transisi energi nasional.
> “Gas bumi masih menjadi tulang punggung produksi hulu migas Kalsul. Pada 2026, kontribusi gas Kalsul ditargetkan sekitar 27 persen dari nasional,” jelas Azhari.
Sementara itu, untuk minyak mentah, target lifting Kalsul pada 2026 berada di angka 65 MBOPD atau sekitar 11 persen dari target nasional.
> “Walaupun gas menjadi fokus utama, minyak tetap kita jaga agar kontribusinya terhadap nasional tetap stabil,” katanya.
Ashari menegaskan, pencapaian target 2026 akan didukung melalui program pemboran, pengembangan lapangan, serta peningkatan keandalan fasilitas produksi.

