Balikpapan – Realisasi lifting gas di wilayah Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) nyaris menyentuh target penuh APBN 2025. Hingga November, capaian lifting gas tercatat sebesar 99,6 persen, menempatkan Kalsul sebagai salah satu wilayah penopang utama penerimaan negara dari sektor hulu migas.
Koordinator Operasi SKK Migas Kalsul, Damar Setyawan, menyatakan angka tersebut secara substansi sudah memenuhi target pemerintah.
> “Kalau kita lihat terhadap target APBN, lifting gas sudah 99,6 persen. Secara angka, ini sudah sangat mendekati 100 persen dan bisa dikatakan target APBN aman,” ujar Damar.
Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan Work Program and Budget (WP&B), realisasi lifting gas bahkan telah melampaui target.
> “Terhadap WP&B, realisasi lifting gas sudah lebih dari 100 persen. Ini menunjukkan kinerja lapangan relatif solid,” katanya.
Damar menegaskan, capaian tersebut penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional sekaligus memastikan kontribusi daerah terhadap penerimaan negara.
> “Kontribusi wilayah Kalsul harus tetap terjaga sampai akhir tahun. Ini bukan hanya soal angka, tapi juga menjaga kepercayaan terhadap kinerja hulu migas,” tegasnya.

