Otoritas Bandara Wilayah VII Pastikan Angkutan Udara Nataru 2025–2026 Aman dan Lancar

Balikpapan – Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah VII memastikan penyelenggaraan angkutan udara selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di wilayah kerjanya berjalan aman, tertib, dan lancar. Hal tersebut disampaikan Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, dalam evaluasi pelaksanaan Posko Angkutan Udara Nataru.

Ferdinan menjelaskan, sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi), Otban Wilayah VII menjalankan peran pengawasan, pengendalian, serta koordinasi operasional penerbangan secara regional, tidak hanya pada satu bandara. Saat ini, Otban VII mengawasi sekitar 28 bandara di sejumlah wilayah, dengan beberapa bandara prioritas seperti Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Samarinda, Tarakan, Palangkaraya, Berau, dan Sampit.

“Otban Wilayah VII berbicara pada tataran regional. Kami memastikan standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan diterapkan secara konsisten di seluruh bandara wilayah kerja,” ujar Ferdinan.

Berdasarkan rekapitulasi posko, puncak arus keberangkatan dan kedatangan tertinggi tercatat di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. Pada puncak arus keberangkatan, jumlah penumpang mencapai 18.879 orang, sementara pada puncak arus balik tercatat 18.109 orang. Posisi kedua ditempati Bandara Kalimarau Berau dengan 1.963 penumpang pada arus berangkat dan 1.779 penumpang pada arus balik.

Secara umum, puncak arus berangkat terjadi pada 22 Desember 2025, sedangkan arus balik pada 4 Januari 2026. Rute dengan pergerakan penumpang tertinggi adalah Balikpapan–Jakarta dengan total lebih dari 44 ribu penumpang selama periode Nataru.

Otban Wilayah VII juga mencatat pertumbuhan positif dibandingkan periode Nataru sebelumnya. Total pergerakan pesawat meningkat 4,04 persen, sedangkan jumlah penumpang tumbuh 6,27 persen. Capaian ini dinilai sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi udara serta membaiknya kualitas layanan penerbangan.

“Selama pelaksanaan posko, tidak terdapat insiden keselamatan maupun gangguan keamanan penerbangan. Ini merupakan hasil sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder, mulai dari pengelola bandara, maskapai, TNI-Polri, BMKG, Basarnas, hingga instansi terkait lainnya,” tegas Ferdinan.

Ke depan, Otban Wilayah VII menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk dengan pengelola bandara dan pemangku kepentingan daerah, agar pelayanan angkutan udara pada periode puncak berikutnya—termasuk Lebaran—dapat berjalan lebih terintegrasi dan optimal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *