Kick Off Elektrifikasi Parkir Balikpapan Permai, Dorong PAD dan Ekosistem Transaksi Non-Tunai

Balikpapan — Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Balikpapan resmi melakukan kick off elektrifikasi parkir di kawasan Balikpapan Permai, Selasa (06/01/2025]. Program ini menjadi langkah konkret dalam mendorong sinergi antar instansi untuk memperluas ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Kota Balikpapan.

Kepala Bank Indonesia, Robi Ariadi menyampaikan bahwa digitalisasi, khususnya pada sektor parkir, merupakan bagian dari Asta Cita yang terus didorong guna meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

“Elektrifikasi parkir ini menjadi bentuk komitmen bersama antara Bank Indonesia, Pemkot Balikpapan, dan BPD Kaltimtara dalam mendukung perluasan transaksi non-tunai,” ujarnya.

Ia menambahkan, ke depan masih banyak sektor yang berpotensi untuk dikembangkan dalam ekosistem digital, seperti transportasi, pasar tradisional, hingga sektor pariwisata. Kawasan wisata Manggar disebut sebagai salah satu contoh yang diharapkan dapat sepenuhnya menerapkan transaksi non-tunai, mulai dari parkir hingga pembelian makanan oleh pengunjung.

Menurutnya, penerapan transaksi non-tunai tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran para pedagang untuk beralih ke sistem pembayaran digital.

Selain itu, digitalisasi parkir dinilai mampu menekan kebocoran pendapatan serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan sistem pembayaran elektronik, seluruh transaksi parkir akan langsung tercatat dan masuk ke rekening perbankan.

“Dengan sistem tap atau scan, transaksi langsung masuk ke rekening sehingga peluang manipulasi dapat diminimalisir,” jelasnya.

Terkait kendala teknis seperti jaringan yang lambat, pihak Bank Indonesia mengakui masih adanya tantangan yang bergantung pada koneksi internet dan beban sistem. Namun, penyempurnaan akan terus dilakukan agar layanan semakin cepat dan nyaman bagi masyarakat.

“Ke depan pasti akan ada perbaikan dan penyempurnaan, sehingga penggunaan mesin EDC maupun QRIS bisa semakin optimal,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *