Warga Menyayangkan Shelter Dibangun di Taman Kota Kuala Kurun 

Inoni. (Foto/Istimewa)

Kuala Kurun, Media Dayak

Salah satu warga kelurahan Kuala Kurun, kecamatan Kurun, kabupaten Gunung Mas (Gumas) Inoni menyatakan, dirinya menyayangkan pembangunan shelter di taman kota Kuala Kurun oleh Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UMKM Gumas.

“Saya menyambut baik shelter yang dibangun itu, yang merupakan bantuan dari tugas pembantuan Kementrian Koperasi dan UKM berdasarkan usulan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UMKM Kabupaten Gunung Mas. Namun yang sangat saya sayangkan, kenapa harus dibangun di taman kota. Apakah tidak ada venue lain selain di taman kota Kuala Kurun,” kata Inoni alis Inon, Kamis (24/10).

Seyogyanya lanjut Inon, shelter di bangun di venue yang memang layak dijadikan zona kuliner, bukannya di taman kota. Taman kota Kuala Kurun yang merupakan kawasan hijau harus bebas dari bangunan berbentuk apapun yang sifatnya permanen, seperti halnya shelter.

“Taman kota memiliki fungsi sosial. Fungsi sosial sebagai tempat komunikasi sosial, sebagai sarana olah raga bermain dan rekreasi, sebagai landmark sebuah kota dan menambah nilai estetika sebuah lingkungan. Jadi bagaimana, shelter kok dibangun di situ (taman kota Kuala Kurun),” ujar Komandan Distrik Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak Gunung Mas (Gumas), salah satu ormas resmi di Gumas yang fokus pada adat istiadat dan sosial budaya.

“Pembangunan shelter di taman kota Kuala Kurun, saya melihat sepertinya teman-teman Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UMKM Kabupaten Gunung Mas mengusulkan dan menerima bantuan tanpa melakukan kajian yang komprehensif,” tegas salah satu tokoh pemuda pemerhati sosial ekonomi politik dan budaya tersebut.

Ditambahnya, dirinya pun sudah berbicara dan mendengar suara warga lainnya yang senada denganya, menyayangkan pembangunan shelter di taman kota Kuala Kurun.

Sebelumnya Kadis Tenaga Kerja, Transmigrasi,Koperasi dan UMKM Kabupaten Gumas, Letus Guntur membenarkan tengah dibangunnya shelter di taman kota Kuala Kurun.

“Itu dibangun untuk menghimpun pedagang kaki lima(PKL)yang selama ini berjualan di taman kota. Kita ingin menata dan menampung mereka dalam melakukan kegiatan usaha di taman kota,” jelas Letus, Selasa (22/10).

Shelter yang dibangun lanjut Letus merupakan bantuan dari tugas pembantuan Kementrian Koperasi dan UKM berdasarkan usulan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UMKM Gumas.

“Kita usulkan  tahun 2018 dan baru terealisasi tahun ini.Tentunya tidak gratis ya, mereka (PKL) yang nantinya menempati shelter itu akan dipungut sewa, sebagai salah satu sumber pemasukan PAD. Besaran sewa akan diatur melalui Peraturan Bupati (Perbup) Gunung Mas yang sekarang (Perbup) sedang dalam proses,” urai Mantan Kadis Pertanian dan Perkebunan Gumas tersebut.

Manfaat dibangunnya shelter, dia mengatakan, Pemda menghendaki adanya kerapian, kebersihan dan keindahan dari PKL yang berjualan di taman kota Kuala Kurun, karena taman kota Kuala Kurun harus terjaga kebersihan dan kerapiannya.

“Itu (shelter) juga menjadi salah satu sumber pemasukan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Kita semua tahu PAD salah satu sumber pembiayaan pembangunan daerah ini,” tandasnya seraya berharap PKL yang menempati shelter nantinya bisa menjaga kebersihan dan kerapian. (Nov)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close