Wakil Bupati Mura Ikuti Assesment Smart City

Wakil Bupati Mura, Rejikinoor S,Sos didampingi Kadiskominfo SP, Drs Bimo Santoso saat menghadiri Assesment Smart Citydi Gedung Pusat TIK Nasional (Pustiknas) Ciputat Tangerang Selatan, Jumat (22/2).(Media Dayak/Lulus Riadi)

Puruk Cahu, Media Dayak

Pemerintah kabupaten Murung Raya (Mura) mengikuti penilaian (Assesment) dalam rangka Program Gerakan Menuju 100 Smart City 2019. Kegiatan assesment tersebut dihadiri Wakil Bupati Mura Rejikinoor didampingi Kadiskominfo SP Mura Bimo Santoso yang diadakan di Gedung Pusat TIK Nasional (Pustiknas) Ciputat Tangerang Selatan, Jumat (22/2).

Wakil Bupati Mura Rejikinoor mengatakan, assessment smart city adalah suatu penilaian kabupaten/kota yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI berdasarkan indikator-indikator yang sudah ditetapkan untuk mengimplementasikan digital government di daerah dengan tujuan membuat pelayanan publik menjadi lebih mudah, murah dan cepat.

“Gerakan menuju 100 Smart City merupakan program Kementrian Kominfo bekerjasama dengan Kemendagri, Kemenkeu, Kementrian PPN/Bappenas, Kementrian PUPR, Kementrian PAN & RB dan Kantor Staf Kepresidenan yang ditujukan untuk memaksimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam ekosistem Smart City,” kata Wabup melalui Via WhatsApp, Minggu (24/2).

Gerakan dimaksud diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI secara bertahap dan diharapkan pada Tahun 2019 ada 100 (seratus) Kabupaten/Kota salah satunya adalah kabupaten Mura yang diundang mengikuti kegiatan assesment yang akan dijadikan teladan (role model) dalam mengimplementasikan program Smart City.   

“Program ini sangat baik, karena konsep kita berkeinginan menjadi kabupaten yang dapat mencerdaskan dan membantu masyarakat, dalam mengelola sumber daya yang ada dengan efektif dan efisien. Dengan adanya smart city ini diharapkan mampu memberikan informasi yang tepat dan cepat kepada masyarakat/lembaga dalam melakukan berbagai kegiatan,” ungkap Wabup.

Memang menurut politis PPP Mura ini, kalau program ini diterapkan tentu sangat membantu Kabupaten Mura, sebab mampu membuat layanan E-Government dengan lebih cepat dan transparan.

“Pada intinya bisa meningkatkan produktivitas daerah atau daya saing peningkatan ekonomi, sosial dan budaya untuk kesejahteraan masyarakat Mura,” jelasnya.

Adapun tim asesor dalam program ini adalah dari Universitas Indonesia, BPPT, Kemkominfo dan Kementrian PUPR dengan aspek yang dinilai antara lain aspek komitmen, kebijakan, visi pembangunan daerah, anggaran, infrastruktur TIK, integrasi aplikasi dan keamanan informasi.

Pada kegiatan ini, panitia telah mengundang 165 Kota/Kabupaten sementara yang mengikuti assesment ada 107 Kota/ Kabupaten. (LUS/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close