Wagub Kalteng Hadiri SDGs Annual Conference 2019

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Habib Ismail Bin Yahya bersama Sekretaris Daerah Kalteng, Fahrizal Fitri saat menghadiri Sustainable Development Goals (SDGs) Annual Conference 2019 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, 8-9 Oktober.(Media Dayak/Ist)

Jakarta, Media Dayak

     Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya bersama Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri menghadiri Sustainable Development Goals (SDGs) Annual Conference 2019.

Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla membuka sekaligus memberikan arahan pada acara yang digelar di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, 8-9 Oktober 2019. 

Wakil Gubernur Kalteng, Habib Ismail Bin Yahya mengatakan, Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) telah mencapai tahun keempat. Telah banyak indikator SDGs yang dicapai Indonesia, namun tantangan yang dihadapi juga tidak mudah karena tujuan SDGs sangat komprehensif.

“SDGs Annual Conference 2019 bertujuan untuk merefleksikan pengalaman dan merumuskan agenda bersama ke depan yang dilaksanakan Kementerian PPN/Bappenas, didukung para pemangku kepentingan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

SDGs Annual Conference 2019, kata Habib, fokus pada isu ekosistem lautan dengan tema “Sustainable Ocean for Improving Prosperity and Reducing Inequality”atau “Laut Berkelanjutan untuk Meningkatkan Kesejahteraan dan Mengurangi Kesenjangan”.

Habib menyatakan, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam arahannya memastikan pencapaian SDGs di Indonesia bagi seluruh pilar partisipasi, yaitu pemerintah, parlemen, filantropi, pelaku usaha, organisasi kemasyarakatan, media massa, serta akademisi dan pakar, untuk tetap menjaga prinsip inklusif dan No One Left Behind dari pelaksanaan SDGs di Indonesia.

Habib juga menyampaikan perkataan Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro yang mengatakan, SDGs Annual Conference 2019 merupakan pelaksanaan yang kedua kalinya, setelah k pelaksanakan pertama pada 2018.

SDGs akan membahas isu-isu tentang pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem lautan dan lessons learned pelaksanaan SDGs di tingkat regional Asia Pasifik, mendorong pelaksanaan SDGs sebagai gerakan tingkat lokal, mempercepat pencapaian SDGs berdasarkan hasil riset dan inovasi, meningkatkan keterlibatan sektor bisnis, filantropi, organisasi non-pemerintah, dan generasi muda termasuk para santri dalam pelaksanaan SDGs di Indonesia, serta inovasi pembiayaan untuk SDGs.

“Pemerintah Indonesia telah berupaya keras mewujudkan komitmen pelaksanaan pencapaian SDGs sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan pembangunan nasional, yang sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan global,” kata Bambang.

Pelaksanaan pencapaian SDGs, sambungnya, sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 dilakukan dengan memegang teguh prinsip No One Left Behind dan inclusiveness dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, melalui empat platform partisipasi.

Kementerian PPN/Bappenas juga telah membangun koordinasi pelaksanaan SDGs dan berkontribusi aktif baik di tingkat daerah, nasional maupun internasional, dengan melibatkan unsur pemerintah dan non-pemerintah.

Selain itu, juga memastikan pengarusutamaan SDGs ke dokumen perencanaan, seperti RKP 2018, RKP 2019, dan RPJMN 2020-2024 serta menyusun Rencana Aksi Nasional TPB/SDGs yang telah diluncurkan tahun lalu.

Kementerian PPN/Bappenas juga melakukan pemantapan pembiayaan SDGs dengan menjadi SDGs financing hub dan menjalin kerjasama strategis dengan berbagai institusi untuk memobilisasi dan memfasilitasi penyaluran sumber-sumber pembiayaan inovatif kepada kegiatan SDGs.

“Memasuki tahun keempat pelaksanaan SDGs di Indonesia, kami menyadari masih banyak tugas serta rencana kerja yang harus dilakukan secara kolaboratif seluruh pemangku kepentingan hingga 2030,” terang Bambang.

Pengarusutamaan SDGs ke dalam dokumen perencanaan di tingkat pusat dan daerah harus terus dilakukan secara masif dan sistemik. SDGs tidak akan dapat tercapai hanya oleh upaya pemerintah saja, namun perlu keterlibatan seluruh pihak dan didukung oleh gerakan masyarakat menuju SDGs.

Selain itu, inovasi pembiayaan dan mobilisasi sumber pembiayaan baru non-pemerintah akan menjadi salah satu faktor penting untuk kesuksesan pencapaian SDGs di Indonesia,” jelas Menteri Bambang dalam laporannya.(MMCK)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close