Usia Pensiuan Pendeta GKE  65 Tahun

Ketua Umum Majelis Sinode GKE,Pdt Dr Wardinan S Lidim,M.Th, memanjatkan doa sebelum membuka pintu rumah Pastori Ketua Majelis Resort / Jemaat (MRJ) GKE Kuala Kurun usai di resmikan Bupati Jaya Samaya Monong.(Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun,Media Dayak

Ketua Umum Majelis Sinode GKE (Gereja Kalimantan Evangelist), Pdt Dr Wardinan S Lidim,M.Th, menyatakan ada wacana usia pensiun Pendeta (Pdt) GKE menjadi 65 tahun.

“Dengan catatan, tidak memegang jabatan struktural, hanya Tut Wuri Handayani (dari belakang memberikan dorongan/arahan),” kata Wardinan dalam sambutannya pada peresmian rumah Pastori Ketua Majelis Resort/Jemaat (MRJ) GKE Kuala Kurun oleh Bupati Jaya Samaya Monong, baru-baru ini Sabtu (29/2/2020).

Menurut Wardinan wacana usia pensiun Pdt GKE menjadi 65 tahun akan dibahas di Sinode Umum GKE tanggal 8-12 Juli mendatang,termasuk sentralisasi keuangan dan hal-hal penting lainnya.

Hal lain yang ia sampaikan yakni gereja-gereja di Gumas adalah mitra pemerintah,dan kendatipun berbeda denominasi, semua gereja di Gumas harus bersatu.

“Gereja sebagai tubuh Kristus dan Kristus sebagai kepala Gereja,” tegas Pdt yang fasih berbahasa Inggris tersebut.

Wardinan menyatakan selesainya pembangunan rumah Pastori Ketua MRJ GKE Kuala Kurun merupakan wujud nyata kebaikan Tuhan dalam kehidupan umat-Nya, khususnya warga jemaat GKE Resort Kuala Kurun.

“Pembangunan fasilitas gereja, seperti rumah Pastori ini sudah diamanatkan Allah dalam Alkitab. Kita patut bersyukur atas kebaikan-Nya, dan pelayanan kita kepada-Nya tidak kendor dan tetap menyala-nyala. Melayani Allah dan umat-Nya dengan kasih dan sukacita,” kata Wardinan.

Wardinan menyampaikan terimakasih atas dukungan Pemkab Gumas, dan minta kebersamaan dan kesatuan dalam jemaat GKE Resort Kuala Kurun dan Gumas umumnya tetap terjalin. Pun halnya kebersamaan dan kesatuan jemaat dengan Pdt tetap terpelihara.

“Bersama-sama (Pdt dan jemaat) giat dalam pelayanan, mengerjakan keselamatan dalam Kristus Yesus,” ujar dia.

Bupati menyampaikan selamat dan sukses atas selesainya pembangunan rumah Pastori Ketua MRJ GKE Kuala Kurun. Ia berharap pelayanan kedepan semakin lebih baik lagi demi Kemuliaan nama Tuhan.

“Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mendukung agenda keagamaan di wilayah Kabupaten Gunung Mas, seperti pembangunan rumah Pastori ini, Sinode Umum GKE tanggal 8-12 Juli mendatang, dan kegiatan gereja lainnya di Gunung Mas,” kata Jaya.

Ketua MRJ GKE Kuala Kurun Pdt Edison B Kuni mengatakan semua warga jemaat GKE Resort Kuala Kurun patut bersyukur kepada Tuhan, sebab karena kebaikan Tuhanlah rumah Pastori ini selesai.

“Terimakasih atas dukungan para Pendeta dan jemaat GKE Resort Kuala Kurun, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas dan para donatur, sehingga pembangunan rumah Pastori ini dapat terlesaikan. Tuhan membalas taburan baik yang sudah dilakukan,”ucap Edison.

Dalam laporannya,Ketua Panitia Pembangunan rumah Pastori Ketua MRJ GKE Kuala Kurun Herbert Y Asin,menyampaikan peletakan batu pertama pembanguna rumah Pastori dilakukan 25 Februari 2018 dan rampung pembangunannnya 20 Februari 2020.

“Luas bangunan rumah Pastori ini 205 meter kuadrat dengan anggaran pembangunan Rp 778 juta. Sumber dana pembangunannya berasal dari bantuan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas,bantuan Bank Kalteng cabang Kuala Kurun,kas majelis jemaat, persembahan syukur jemaat,lelang suara,sumbangan donatur,persembahan syukur para Pendeta GKE,dan sumber dana lainnya,”terang Herbert.

Tambah Herbert,rumah Pastori Ketua MRJ GKE Kuala Kurun memiliki 3 kamar tidur,1 kamar kerja,3 buah AC dan 4 WC.

Usai peresmian dilanjutkan ibadah,dengan Pengkhotbah Pdt Jhon Asihua,M.Th yang membawakan renungan firman Tuhan dari Esra 8; 31 – 36.(Nov)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close