Tiga Kali Gagal, Pengadaan Lift RSUD Doris Sylvanus Dilelang Lagi

Sekda Kalteng: Fahrizal Fitri

Palangka Raya, Media Dayak 

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah akan melaksanakan kembali lelang pengadaan lift pasien di RSUD dr Doris Sylvanus, Palangka Raya pada tahun ini. Lelang pengadaan lift tersebut merupakan yang keempat kalinya dilakukan, setelah gagal tiga kali selama anggaran 2019 karena tidak ada peminat.

Sekretaris Daerah (Sekda) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Fahrizal Fitri mengungkapkan, tidak adanya peminat terhadap pengadaan barang tersebut perlu dilakukan ferivikasi harga pasar secara umum sebagai gambaran.

“Padahal, lift tersebut merupakan alat penunjang karena bangunan di RSUD Doris yang saat ini sudah berlantai tiga dan tidak dapat digunakan apabila tidak ada akses lift,” paparnya, Rabu (22/01/2020).

Apalagi, lanjutnya, lantai tiga itu akan digunakan untuk ruang pasien, sehingga membutuhkan lift karena tidak memungkinkan apabila pasien harus naik tangga.

Sebelumnya, Direktur RSUD drg Doris Sylvanus Yayuk Indriaty mengakui bahwa pada 2019 lalu, pihaknya menganggarkan pengadaan barang yakni lift pasien. Tetapi, setelah ditawarkan dan sudah tiga kali berproses, tetap pada akhirnya tidak ada tindaklanjut dari peminat alias gagal.

“Kami sudah tiga kali proses lelang sampai Oktober 2019 lalu. Tetapi ketika kami seriusin dengan memanggil peminat tersebut, mereka tidak hadir. Dan ini menjadi kendala kami dalam pengadaan barang di 2019 lalu,” katanya.

Pihaknya mengaku sudah melakukan evaluasi terkait gagalnya pengadaan lift pasien tersebut. Yayuk menyatakan, tidak ditemukan permasalahan pasti alasan gagal lelang tersebut. Apabila dikatakan anggaran tidak sesuai, pihaknya mengaku bahwa harga sudah menyesuaikan harga perkiraan biaya dan lain-lainnya.

Yayuk menyebut pada tahun 2020 ini pihaknya anggarkan kembali dengan menambah sedikit dana dibandingkan tahun 2019, dan sudah masuk pada DPA 2020 ini.

“Lift pasien ini dianggap mendesak karena memang tidak dapat menggunakan ruang di lantai tiga karena tidak memiliki fasilitas untuk menggunakan ruangan itu. Apabila sudah ada fasilitas lift maka dapat mengurangi kebutuhan tempat tidur rawat inap pasien di Doris,” pungkasnya.(Yanting/aw)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close