Terdakwa Persetubuhan Anak Terima Vonis

Kuala Kurun, Media Dayak

     Terdakwa kasus persetubuhan saudara kembar yang merupakan anak dibawah umur yang terjadi di Tewah, Kecamatan Tewah, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), tahun lalu (9/9,red), diganjar hukuman.

“Ada 7 (tujuh) terdakwa dalam kasus itu. 1 (satu) terdakwa berusia dewasa sudah divonis 6 (enam) tahun penjara. 6 (enam) terdakwa lainnya yang berusia anak, masing-masing berinisial LI, NA, MRS, PO, SK dan SN, oleh Pengadilan Negeri Kuala Kurun, Senin (13/5) dijatuhi hukuman,” kata Kajari Gumas Koswara, Rabu (15/5).

4 (empat) terdakwa, lanjut Koswara, yakni MRS, PO dan SK divonis 1 (tahun) penjara dan ditempatkan di LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) Palangka Raya ditambah 3 (tiga) bulan pelatihan di BLK (Balai Latihan Kerja) Palangka Raya. SN divonis 7 (tujuh) bulan penjara dan ditempatkan di LPKA ditambah 3 (tiga) bulan pelatihan di BLK.

“Terdakwa LI dan NA, karena usia mereka dibawah 14 tahun, mereka divonis 10 bulan dan ditahan di LPKS (Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial) Palangka Raya,” ujar Koswara didampingi Kasubsi B Kejari Gumas Rendy B P.

Hukuman yang diberikan kepada terdakwa, sambung Jaksa asal Sumatera Barat itu, sebagai bentuk pembinaan dan pembelajaran hukum, biar para terdakwa menyadari dan tidak lagi berbuat sesuatu yang melanggar hukum.

“Hukum ditegakkan terhadap siapapun yang melanggar hukum tanpa pandang usia,” tegasnya.

Dari apa yang terjadi, Koswara berharap orang tua dapat memperhatikan perkembangan anak dan tidak membiarkan anak terlibat pada pergaulan bebas yang merugikan diri mereka.

“Berikan disiplin dan kasih sayang yang equal  kepada anak. Tanamkan nilai nilai agama sejak usia dini dan berikan pemahaman terhadap anak tentang dampak positif dan negatif dari media sosial, apa dampak buruk dari Narkoba dan obat terlarang lainnya serta dampak negatif dari minuman keras (Miras),” kata Koswara.

Diberitakan sebelumnya, kejadian yang menimpa saudara kembar bermula dari beberapa remaja di bawah umur yang mengadakan pesta miras. Di bawah pengaruh miras, pelaku selanjutnya menyetubuhi secara bergiliran kedua saudara kembar di sebuah barak di Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah, Minggu (9/9/2018).

Setelah kejadian, tepatnya Rabu (12/9/2018), korban menceritakan kejadian naas yang menimpa mereka kepada wali kelas. Betapa terkejutnya wali kelas mendengar penuturan korban dan selanjutnya wali kelas menyampaikan kejadian yang menimpa korban kepada orang tua mereka.

Mendengar kejadian yang menimpa kedua anaknya,orang tua korban pun melaporkan peristiwa yang menimpa anak mereka ke Polsek Tewah dan selanjutnya dilakukan proses hukum.(Nov)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close