Tak Kooperatif,Kejari Gumas Tangkap Kades Bereng Jun

Kajari Gumas Koswara didampingi Kasi Intel Henry E T saat penangkapan Kades Bereng Jun Andreas Arpenodi. (Media Dayak/Istimewa)

 Kuala Kurun,Media Dayak

       Kepala Kejaksaan Negeri(Kajari)Kabupaten Gunung Mas (Gumas),Koswara,menyatakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Gumas diback up Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Palangka Raya melakukan penangkapan terhadap Kepala Desa (Kades) Bereng Jun, Kecamatan Manuhing,Andreas Arpenodie,tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan dan pembangunan balai pertemuan desa Bereng Jun dari APBDes Tahun Anggaran 2017.

“Dia(Andreas Arpenodie)kami tangkap pada hari Minggu(1/9)sekitar pukul 15.00 WIB di Palma Mall jalan Tjilik Riwut Kilometer satu Kota Palangka Raya,” kata Koswara dalam rilis berita kepada media melalui WhatsApp, Minggu(1/9)malam.

“Kades Bereng Jun itu kami tangkap,karena dipanggil tiga kali,tidak pernah datang.Dia tidak kooperatif,sehingga kami tangkap di Palangka Raya setelah di intai selama tiga hari,” ujarnya.

Jaksa asal Sumatera Barat itu membeberkan,sebelum dilakukan penangkapan,tim intelijen dan tim penyidikan Kejari Gumas serta tim Kejari Kota Palangkaraya selama beberapa hari melakukan pemantauan keberadaan tersangka di wilayah Palangkaraya. Kemudian tim mengetahui keberadaan tersangka saat berada di Palma Mall,dan langsung menuju ke lokasi dan melakukan penangkapan.

“Sekitar pukul 15.30 WIB, tim Penyidikan Kejaksaan Negeri Gunung Mas di back up tim Kejaksaan Negeri Kota Palangkaraya membawa tersangka ke Kejaksaan Negeri Kota Palangkaraya untuk dilakukan pemeriksaan,” terang Koswara.

Sekitar pukul 17.30 WIB,sambung Kajari,tersangka dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Palangkaraya untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan.Dari hasil pemeriksaan tersangka dinyatakan sehat.

“Pukul 18.00 WIB tersangka dibawa ke rutan Palangkaraya di jalan Tjilik Riwut Kilometer 4,5 untuk dilakukan penahanan. Sekitar pukul 18.30 WIB serah terima penahanan tersangka Kepada Rutan Palangkaraya selesai dilakukan.Penahanan tersangka dilakukan selama 20 hari dan untuk kepentingan penyidikan penahanannya dapat diperpanjang,”ulasnya.

Koswara mengatakan,tersangka Andreas Arpenodie,saat ini masih dalam tahap penyidikan.Tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi adanya dugaan perbuatan melawan hukum dalam pengelolaan dan penggunaan anggaran alokasi dana desa (ADD) dan dana desa (DD) tahun 2017 Desa Berengjun Kecamatan Manuhing Kabupaten Gumas.

“Tersangka melanggar p’rim air pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2), (3) subsidiar pasal pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2), (3) UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya,Koswara mengatakan nilai proyek pembangunan balai pertemuan desa Bereng Jun dari APBDes Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp.618.437.000.Kerugian yang ditemukan berdasarkan temuan Inspektorat Kabupaten Gumas sebesar Rp.212,641.129.

“Fakta yang kami temukan,pekerjaan tidak sesuai dengan kontrak,gedungnya juga tidak selesai,” tegas Koswara didampingi Kasi Intel Henry Elenmoris Tewernussa dan Kasi Pidsus A Y I Santosa.(Nov/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close