Stop Bullying, Sekolah Harus Lebih Memberikan Rasa Aman

Sigit Widodo

Palangka Raya, Media Dayak 

Jika perilaku mengancam, menindas, dan membuat perasaan orang lain tidak nyaman maka di sebut dengan ‘Bullying’. Kasus bullying sendiri sering terjadi dan berlangsung dari masa ke masa dalam dunia pendidikan. 

“Sangat miris dan disayangkan apabila sampai terjadi kasus bullying di sekolah Kota Palangka Raya. Siswa seharusnya menimba ilmu agar mampu menjadi orang yang sukses, bukan malah terlibat aksi bullying,” terang Sigit terkait bullying, Kamis (19/2).

Menurut anggota DPRD Kota Palangka Raya Komisi C Sigit, pihak sekolah juga perlu memberikan program kegiatan anti bullying, dengan tujuan yaitu,  menanamkan pengertian bahwa rasa aman adalah hak dan milik semua orang, menyadarkan semua orang bahwa tindakan bullying dalam bentuk apapun tidak dapat diterima dan tidak dibenarkan.

“Kemudian membekali siswa untuk bisa mengambil keputusan, serta membantu siswa membentuk lingkaran orang yang bisa mereka percayai,”jelasnya.

Ditambahkan Sigit, banyak kegiatan yang bisa dijalankan selama melaksanakan program tersebut diantaranya, melakukan diskusi ringan, membuat gambar, kolase, dan foster mengenai pencegahan bullying, bermain drama atau teater, atau menugaskan siswa untuk menceritakan segala aktivitasnya selama disekolah.

“Mungkin dari beberapa hal yang sudah saya sampaikan mudah-mudahan  dapat memberi masukan kepada pihak sekolah. Diharapkan sekolah menjadi tempat yang aman bagi siswa dan para guru dalam aktivitas belajar mengajar,”tutur Politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sigit berharap, tidak hanya pihak sekolah saja yang berperan aktif, akan tetapi peran orang tua kemudian masyarakat juga berperan dalam hal ‘Stop Bullying’, karena tidak ada satupun yang mau disakiti perasaan dan badannya.

“Maka dari itu mari bersama-sama hentikan tindakan mengancam, kekearasan, disekolah. Jadikan sekolah sebagai wadah belajar mengajar yang sebagaimana mestinya,” pungkas Sigit.(Dmt/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close