Status Tanggap Darurat Karhutla Tidak Diperpanjang

Fahrizal Fitri

Palangka Raya, Media Dayak

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) beberapa waktu lalu telah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalteng selama empat belas hari, yakni dari tanggal 17 September 2019 sampai dengan tanggal 30 September 2019.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri menyebut, status tanggap darurat karhutla yang telah berlaku selama dua minggu tersebut secara otomatis berhenti selama Pemprov tidak membuat status kembali untuk memperpanjang status tanggap darurat.

“Setelah hari ini Senin tanggal 30 September 2019, kalau kita tidak membuat status lagi berarti gugur (berhenti), saat ini kita telah melihat bahwa jumlah hot spot telah turun, dan kualitas udara kita semakin membaik,” terang Fahrizal Fitri kepada media di kantor Gubernur Kalteng, Senin (30/9).

Pihaknya juga menyebut, saat ini indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Kota Palangka Raya, yakni Particulate Matter (PM) 10 dan PM 2,5 sudah di bawah normal dan semakin membaik.

“Penerbangan kita sudah tidak tergganggu, jarak pandang diatas dua kilometer tadi pagi, dan untuk bidang pendidikan, pada hari ini (Senin, Red) sekolah sudah kembali berjalan normal,” pungkas Fahrizal Fitri.(YM)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close