Sahnya Perkawinan Apabila Dilakukan Menurut Agama

Kuala Kurun,Media Dayak

       Ketua Pengadilan Agama(KPA)Kelas II Kuala Kurun,Kabupaten Gunung Mas(Gumas) Muhammad Aliyuddin menyampaikan,sahnya sebuah perkawinan,apabila perkawinan itu dilakukan menurut agama.

“Undang undang nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan,Bab I pasal 2(dua) ayat 1(satu),Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing masing agamanya dan kepercayaannya,” kata Ali panggilan akrab Aliyuddin dibincangi,Senin(27/5).

“Tidak selesai sampai perwakinan dilakukan menurut agama dan kepercayaan,ayat 2(dua)di undang undang itu menegaskan,tiap tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Ali.

Bagi mereka yang melangsungkan perkawinan secara agama Islam,lanjut Ali,harus dicatat di Kantor Urusan Agama(KUA).Sedangkan mereka yang melangsungkan perkawinan diluar agama Islam,dicatat di Kantor Catatan Sipil.

“Saya berharap masyarakat dapat mengetahui,memahami dan mentaati  hal tersebut,karena perkawinan adalah ikatan lahir bathin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,” tutur pejabat asal Palembang,Sumatera Selatan tersebut.

Dijelasnya lebih lanjut,setelah perkawinan itu sah karena dilakukan menurut agama dan kepercayaan, perkawinan selanjutnya dapat dilakukan menurut hukum adat kedua pasangan yang menikah. Apakah menurut hukum adat pengantin pria atau hukum adat pengantin wanita.

“Yang terpenting,jangan mengabaikan agama  sebagai landasan utama perkawinan serta undang undang nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan,” tandas Ali.(Nov/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close