Realisasi DBH-DR Rendah Ganggu Serapan Anggaran Dishut Kalteng

 Kadishut Kalteng Sri Suwanto (Media Dayak/Yanting)

Palangka Raya, Media Dayak

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Sri Suwanto mengatakan terkait realisasi penyerapan anggaran rendah di jajaran Dinas Kehutanan Kalteng tahun 2019 lalu, pihaknya mengakui bdisebabkan minimnya serapan anggaran bersumber dari Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBH-DR) pada tahun 2019 lalu.

Pasalnya menurut Sri hal tersebut terkait persetujuan pusat terkait pelaksanaan fisik penggunaan DBH-DR baru yang keluar pada bulan Oktober atau menjelang akhir tahun, sehingga waktu yang dibutuhkan untuk penggunaan anggaran tidak memadai (mepet, red).

“Kalau DBH-DR dijadikan bilangan pembagi capaian kinerja tahun lalu, maka Kehutanan tetap saja terendah serapan anggarannya,”jelasnya pada awak media di Kantor Dishut Kalteng, Jum’at (17/01).

Untuk itu lanjutnya, di tahun 2020 bersamaan kick off pelelangan barang dan jasa Pemerintah Provinsi Kalteng oleh Gubernur, Kamis (16/01) kemarin, menjadi titik awal kegiatan dimulai Januari ini.

Lebih lanjut ia mengakui penggunaan Dana Reboisasi (DR) dilakukan secara spesifik, dan tidak bisa sembarangan. “Bila melanggar ketentuan, dipastikan jadi temuan,” katanya menjelaskan.

Sri juga mencontoh realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan target membangun 10 unit Kantor KPH, yang disetujui 9 unit, dan satu unit gagal lelang. Penyebab gagal lelang karena masalah sertifikat lahan yang belum ada.

“Sehingga realisasi fisik dan keuangan Anggaran yang bersumber dari DAK 78,6 persen. Namun untuk APBD murni keuangan tahun 2019 mencapai 93,3 persen dan fisik 98,9 persen,” pungkas Sri Suwanto.(Ytm/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close