Ratusan Khatib se-Kalteng Ikuti Pelatihan

Ratusan khatib peserta pelatihan calon khatib tahun 2019 mendengarkan sambutan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran yang disampaikan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kalteng Syahrudin, Senin (18/11).(Media Dayak/Yanting)

Palangka Raya, Media Dayak

      Ratusan orang calon khatib mengikuti pelatihan di Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangka Raya bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) serta Kemenag Kalteng. Kegiatan yang dilaksanakan dari 17-19 November tersebut diikuti oleh perwakilan pelajar dan mahasiswa masing-masing kabupaten/kota se-Kalteng.

Gubernur Kalteng H. Sugianto Sabran melalui Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kalteng Syahrudin menyarankan, calon khatib yang mengikuti pelatihan bisa mengatur waktu saat khotbah atau khotbah tidak boleh lama ataupun cepat. 

“Agar jamah yang hadir tidak mengantuk dan juga tidak bosan saat mendengarkan khotbah. Hal-hal seperti ini harus bisa dimengerti oleh para calon khatib,” ucap Syahrudin saat mewakili Gubernur membuka pelatihan khatib se-Kalteng, Senin (18/11).

Pihaknya mengharapkan, calon khatib nantinya bisa memberikan tausiah yang baik terhadap umat Islam dan tidak memprovokasi dalam penyampainnya. “Kita tidak ingin karena adanya penyampaian yang salah saat berada di atas mimbar akan membuat perpecahan di umat Islam,” terangnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Palangka Raya Khairil Anwar mengatakan, dengan adanya pelaksanaan pelatihan untuk calon khatib seKalteng. Calon khatib mampu memberikan dakwah yang baik kepada umat Islam.

“Saya harapkan penyampaian dakwahnya para calon khatib ini, mampu menyatukan umat beragama di Kalteng. Tanpa adanya pesan yang disisibkan untuk saling membenci antar umat beragama,” ungkapnya.

Khairil ingin Penguatan Fikih Moderat melalui mimbar khotbah, khatib dapat menyampaikan Islam yang Rahmatan Lil Alamin dan menyampaikan pesan kedamian bukan memprovokasi. Khatib sangat berperan dan memberikan pengaruh penting terhadap pemikiran masyarakat.

Masih ditempat yang sama Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Masrawan juga menghimbau kepada seluruh umat Kalteng untuk menghindari sifat radikal. “Kalo kita bisa menghindari yang namanya radikal. Insya Allah kita akan terhindar dari yang namanya perpecahan,” bebernya.

Masrawan menyebut, disinilah peran penting khatib sebagai penyampai pesan melalui mimbar khotbah. Diharapkan khatib bisa menyampaikan pesan yang harmonis dan tidak terlalu keras dalam masalah penyampaiannya. “Jika penyampaian tausiah terlalu keras, maka akan terjadi hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.(YM)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close