Rapat Evaluasi Tanggap Darurat

Dandim 1016/Plk Letkol. Inf. I Gede Putra Yasa selaku Dansatgas Karhutla Kota Palangka Raya sedang memberikan penjelasan terkait pelaksanaan tanggap darurat, Senin (30/9). (Media Dayak/Darmawanto)

Palangka Raya, Media Dayak

      Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kota Palangka Raya menggelar rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan Tanggap Darurat yang berakhir pada tanggal 30/09/2019.

Status tanggap darurat sendiri dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya tanggal 16/09 dan berakhir pada tanggal 30/09/2019.

Rapat evalusi dihadiri oleh Asisten Administrasi Umun Setda Kota Palangka Raya, Kandarani serta Plt Kepala BPBD Kota Palangka Raya Supriyanto, Dandim 1016/ Plk Letkol. Inf. I Gede Putra Yasa, dan Kabag. Ops Polres Palangka Raya serta beberapa Kepala SOPD dan Relawan Karhutla.

Dalam rapat evaluasi yang dilaksanakan di Gedung Palampang Tarung Jalan Cilik Riwut Km 6,5 sekaligus sebagai salah satu tempat Markas Koordinasi Tanggap Darurat, membicarakan langkah-langkah selanjutnya setelah status tanggap darurat berakhir selesai, Senin (30/09).

Dalam paparan yang disampaikan oleh Dansatgas Karhutla Kota Palangka Raya Dandim 1016/ Plk Letkol. Inf I G Putra mengatakan selama tanggap darurat, telah dilakukan patroli dan pemadaman di titik-titik api yang berada di wilayah Kota Palangka Raya.

Menurutnya perlu adanya penindakan hukum bagi mereka yang membakar lahan secara sengaja, bahkan menurutnya lagi ditemui ada lahan yang terbakar tepat di bawah tower listrik.

Lanjutnya lagi, bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan oleh para peladang membakar lahan tersebut dan kemungkinan bisa dipastikan adalah sengaja di bakar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu Supriyanto mengatakan bahwa yang saat ini menjadi perhatian adalah bagaimana melakukan pemulihan setelah tanggap darurat selesai diberlakukan serta kesiapan-kesiapan yang diperlukan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan tambahnya lagi, yaitu berkenaan dengan jumlah pengungsi pada saat tanggap darurat yang diberlakukan dan kemudian dilakukan pemulihan kembali.

“Tanggap darurat memang berakhir tapi kegiatan seperti patroli dan pemadaman tetap dilakukan, karena titik api memang tidak terlihat akan tetapi diperlukan pendinginan di beberapa titik,” jelas Dandim 1016/Plk selaku Dansatgas Karhutla setelah rapat evaluasi.(Dmt/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close