Program Rehabilitasi Sosial NAPZA Perlu Dukungan Masyarakat

Komisi C DPRD Kalteng saat melaksanakan Kunker ke BRSKP NAPZA Bambu Apus, Jakarta, beberapa waktu lalu.(Media Dayak/Novan)

Palangka Raya, Media Dayak

       Guna mendukung program Rehabilitasi bagi para mantan pengguna Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) di Bumi Tambun Bungai, DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Balai Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan (BRSKP) Napza, Bambu Apus Jakarta, Belum lama ini.

Menurut anggota DPRD Kalteng Ina Prayawati, penyalahgunaan Napza di Provinsi Kalteng saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, penyalahgunaan Napza memberikan dampak buruk di berbagai bidang kehidupan masyarakat, diantaranya meliputi aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kehidupan sosial dan keamanan, sehingga perlu adanya penanganan khusus dari pihak Pemerintah berupa program rehabilitasi.

“Tidak dapat dipungkiri bahwa penyalahgunaan Napza di Kalteng sudah sangat mengkhawatirkan, terutama dikalangan generasi muda. Oleh karena itu perlu adanya penanganan khusus dari lihak Pemerintah agar hal ini tidak terus berlanjut. Salah satunya menindak tegas para pengedar Napza serta perlu adanya peningkatan program rehabilitasi bagi orang yang sudah terlanjur mengkonsumsi.”Ucap Ina Prayawati, saat dikonfirmasi media ini, melalui pesan Whatsaap, Jumat (23/8).

Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng IV, meliputi Kabupaten Barito Timur, Barito Selatan, Barito Utata dan Murung Raya ini juga mengungkapkan, saat melaksanakan Kunker ke BRSKP Napza Bambu Apus, pihaknya banyak mendapat masukan terkait Program Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkoba (KNP) yang mencakup pada 3 bidang, yaitu Program Theraphy, Social Care dan Family Support.

“Dalam Program Rehabilitasi Sosial bagi KPN, ada 3 bidang yang dilaksanakan secara bertahap. Diantaranya yaitu Program Theraphy yang mencakup pemeriksaan fisik, kesehatan, Psikososial, mental Spiritual dan penghidupan. Kemudian Social Care yang mencakup perawatan dan pengasuhan sosial, lalu yang terakhir adalah Family Support atau dukungan dari pihak keluarga serta orang-orang terdekat.”Ujar Srikandi Komisi C yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan ini.

Selain itu, sambungnya, pihak Pemerintah juga diharapkan terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan Napza dengan cara melaksanakan berbagai Sosialisasi terutama bagi para peserta didik baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan (SMA/SMK).

“Pemerintah harus gencar mensosialisasikan dampak serta bahaya dari penyalahgunaan Napza kepada masyarakat, khususnya dikalangan pelajar. Bahkan disisi lain,pihak masyarakat pun juga harus berperan serta dalam upaya pencegahan penyalahgunaan Napza, karena upaya dari Pemerintah saja jelas tidak cukup apabila tidak didukung oleh masyarakat.”Pungkas Politisi dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.(Nvd)

image_print
Menampilkan lebih banyak

Periksa juga

Close
Close