Prevalensi Perkawinan Anak di Kalteng Masih Tinggi

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pencegahan Perkawinan Anak di Kalteng, pekan lalu. (Media Dayak/Yanting)

Palangka Raya, Media Dayak

     Gubernur provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri, menyebut prevalensi perkawinan anak di Indonesia masih tinggi dan tidak mengalami penurunan yang signifikan pada beberapa tahun terakhir.

“Berdasarkan data Susenas 2018, Kalteng berada pada urutan ke-2 prevalensi perkawinan anak yaitu 19,1% yang berarti lebih tinggi dari dari prevalensi perkawinan anak secara nasional yaitu 11,2%,” terang Sekda Kalteng saat membuka kegiatan Rapat Koordinasi Pencegahan Perkawinan Anak di Kalteng, pekan lalu.

Diungkapkan, penyebab tingginya perkawinan usia anak di Provinsi Kalteng pada umumnya sama dengan penyebab di daerah lain yang dipicu oleh kemiskinan, norma sosial, pornografi dan ketidaktahuan terhadap berbagai dampak negatif yang akan dialami oleh anak yang terpaksa harus berkeluarga lebih muda dari usia normal. 

“Tingginya prevalensi perkawinan usia anak di Kalteng ternyata berpengaruh langsung kepada indikator pembangunan misalnya tingginya angka stunting dan masih adanya anak yang mengalami gizi buruk. Oleh sebab itu saya telah menginstruksikan kepada semua jajaran terkait baik di lingkup Pemerintah Provinsi Kalteng maupun instansi vertikal termasuk tentunya Kabupaten/Kota se Kalteng untuk membuat langkah-langkah strategis menghapus perkawinan usia anak,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengapresiasi Iangkah-Iangkah positif yang telah dilakukan dalam bidang Perlindungan Perempuan dan Anak di level Provinsi, Kabupaten dan Kota.

“Pada tahun 2019 ini untuk pertama kalinya ada Kabupaten di Kalteng yang berhasil meraih predikat Kabupaten Layak Anak. Untuk itu saya ucapkan selamat kepada Kabupaten Lamandau dan Kabupaten Katingan atas kerja keras dan perhatiannya dalam mengedepankan pembangunan yang berbasis kepada masa depan anak-anak di Kalteng,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya berharap, semua Kabupaten/Kota Iainnya agar mengikuti jejak 2 Kabupaten tersebut, dan pada tahun-tahun yang akan datang juga meraih predikat yang sama. “Dengan demikian satu saat kelak akan terwujud PROVILA atau Provinsi Layak Anak di Bumi Tambun Bungai Provinsi Kalteng yang sama-sama kita cintai ini,” pungkasnya.(Ytm/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close