Polres Katingan Ungkap Enam Pelaku PETI

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah S IK, SH MH, didampingi Wakalpolres, Kabag Ops dan Kast Narkoba, saat menggelar Konferensi Pers, di Mapolres setempat, Jum’at (28/2) sore . (Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak

Jajaran Polres Katingan ungkap enam orang pelaku Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di desa Dragu kecamatan Pulau Malan Kabupaten Katingan, Jum’at (28/2) sore, yang diungkapkan langsung oleh Kapores Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah, didampingi Wakapolres, Kabab Ops dan Kasat Narkoba serta dibantu oleh para anggota Polres Katingan lainnya.

            Berdasarkan hasil pengungkapan, ke enam pelaku tersebut menurutnya ditangkap dari bulan Januari hingga Februari 2020. Sedangkan pelakunya berinisial CO, LO, SW, RO Dan AT.

            Selain mengamankan keenam pelaku, pihaknya menurutnya juga berhasil menyita sejumlah barang bukti (barbuk), diantaranya 1 unit mesin diesel merek Tianlin 30 PK/HP, 1unit pompa air, 1 unit gulungan selang, 1 unit gulungan selang plastik, 2 unit lembar karpet, 1 unit cangkul, 1 unit sekop, 1 unit pipa paralon, 1 batang selang spiral dan 1 unit Eksavator.

            Adapun kriminalogi penangkapan ke enam orang pelaku tersebut, menurutnya awalnya ketika anggota Polres Katingan sedang melaksanakan penertiban PETI, Sabtu (15/2) lalu sekitar pukul 14.00 Wib yang dipimpin oleh Kasat Reskrim Iptu Lajun Sianturi di desa Gragu kecamatan Pulau Malan.

            Saat itu pula kebetulan mereka sedang melakukan penambangan emas dengan menggunakan eksavator tanpa izin pejabat berwenang. ”Mereka langsung diamankan dan dibawa ke Mapolres Katingan,”  ujar perwira menengah berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi ini.

            Terkait dengan pasal yang akan dikenakan kepada enam orang pelaku PETI ini menurutnya adalah pasal 158 UU No.4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batu bara. ”Karena, melanggar tindak pidana PETI, tanpa memiliki IPR atau IUPK, ” pungkasnya. (Kas/Lsn)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close