Pilkades Serentak di Barut Dilaksanakan 12 November 2019-Mantan Kades Lemo I Kembali Mencalon

CALON KADES LEMO I-Dua calon kepala desa Lemo I, Kecamatan Teweh Tengah saat pengambilan nomor urut. Pilkades Serentak dilaksanakan pada 12 November 2019. (Media Dayak:ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Pemilihan Kepala Desa Serentak (Pilkades) di kabupaten Barito Utara (Barut) akan dilaksanakan pada 12 November 2019 akan datang. Di Kabupaten Barito Utara ada 20 Desa di sembilan Kecamatan yang menyelenggarakan Pilkades serentak.

Untuk kecamatan Teweh Tengah ada ada tiga desa yang menyelenggarakan Pilkades Serentak pada 12 November 2019, yaitu desa Rimba Sari, desa Sei Rahayu I dan desa Lemo I. Desa Lemo I, dalam Pilkades serentak 2019 hanya diikuti dua bakal calon kepala desa (Balon Kades), yaitu mantan kepala desa Lemo I, Nur Ipansyah dan Surian Sukma.

Balon Kepala Desa Lemo I, Nur Ipansyah saat dimintai keterangannya terkait pencalonannya kembali sebagai calon kepala desa Lemo I mengatakan, jika dirinya terpilih nanti untuk yang ke tiga kalinya akan melanjutkan pembangunan yang telah dibangun selama dirinya menjabat sebagai kepala desa Lemo I.

“Dua periode 12 tahun adalah waktu yang cukup pendek, saya akan memperpanjang amanah ini untuk periode ke berikutnya yaitu periode 3, walaupun dengan keterbatasan saya yang berasal dari anak nelayan,” kata Ifan sapaan akrabnya.

Dulu katanya sebelum menjabat sebagai Kepala Desa Lemo I, jalan tidak berasapal, jembatan belum di bangun dan sekarang sarana dan prasarana transfortasi tersebut sudah ada dibangun.

Ia juga mengakui bahwa selama menjabat sebagai Kades Lemo I dua periode, masih ada pembangunan yang belum terselesaikan.

“Kekurangan pembangunan di desa Lemo I itu merupakan hal yang wajar, kami sudah berupaya membuat program melalui Musdes dan Musrenbang, kantor yang megah sudah diprogram lewat CSR/PPM perusahaan,” jelasnya.

Dijelaskannya, bila berharap dari sumber Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), sangat muatahil membangun kantor dan sarana desa lainnya. Hal tersebut di karenakan masih banyak pembangunan yang skala prioritas.

“Saat menjabat Kepala Desa Lemo I, kita sudah merencanakan mambangun kantor kantor desa Lemo I, yang diusulkan ke program CSR/PPM PT Astra Group dan disetujui oleh perusahaan. Anggaran untuk pembangunan kantor Desa Lemo I sekitar Rp1.570.000.000,- dan diserahkan pengerjaannya ke pihak ketiga. Untuk ttahap pertama berjumlah Rp375.000.000,- menunggu pencairan dari perusahan yang bersangkutan. Pembangunan tersebut di design gaya minimalis klasik modern,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, program yang tidak kalah penting adalah memberikan dukungan kepada perusahaan untuk melakukan kegiatan operasinalnya, yang berimbas positip kepada masyarakat setempat, terutama peluang kerja dan peluang usaha.

“Program pengembangan ekonomi masyarakat sudah disusun dalam usaha dalam wadah perusahaan milik desa yaitu Bumdes, yang mestinya menggali SDM, masyarakat desa Lemo I, untuk menjadi pengurus, yang mempunyai dedikasi yang tinggi, untuk kepercayaan publik, untuk keberhasilan bidang-bidang usaha nantinya,” ucapnya.

Untuk penyertaan modal Bumdes dari dana desa tahap tiga, yang telah terprogram, tahun 2019 berjumlah 140 juta. Ini berkat solid dan kompaknya tim desa selalu bersinergi dengan BPD dan lembaga desa lainnya. Tidak kalah pentingnya prasarana kesehatan desa sediakan ambulance desa sudah ditandatangani contraknya. (lna)

image_print
Menampilkan lebih banyak
Close